Hobi Ikan Mania: 2017-02-19

cari

Sabtu, 25 Februari 2017

Pembesaran Ikan Sidat

Ikan Sidat (Anguilla marmorata, Anguilla bicolor) ikan sidat mempunyai kandungan giji yang cukup tinggi. Daging ikan sidat memiliki kandungan vitamin A 4.700 IU/100 gr, DHA 1.337 mg/100 gr, EPA 742 mg/100 gr

Klasifikasi ikan sidat
Fillum : Chordata
Sub fillu : Vertebrata
Kelas : Pisces
Ordo : Anguiliformes 
Famili : Anguilidae
Genus : Anguilla
Spesies : Anguilla marmorata, Anguilla bicolor
               Quoi & Gaimand, 1824

Tempat Budidaya 
Budidaya pembesaran ikan dapat menggunakan Kolam Air Tenang yang dingding kolamnya bisa terbuat dari bambu atau terbuat dari tembok. Kolam pemeliharaan ikan sidat juga bisa menggunakan dari bahan terpal yang berukuran 4 x 5 M2. 

Standar kualitas air untuk budidaya ikan sidat 
pH : 7 - 8 
Suhu : 28 - 29 derajat celcius
Oksigen terlarut : 5 - 6 ppm
NH3 : <0,02 mg/l
Kedalaman air : 75 cm
Alkalinitas : > 50 ppm
Salinitas : 3 - 6 ppt
Total alkalinitas : > 50 ppm 


Benih 
Untuk benih sidat yang digunakan dalam budidaya terdapat 3 macam, yaitu : 
1. Elver / glass eel
    berat 0,15 gr pembesaran pada kolam tembok, salinitas air 3 - 6 ppt. 
2. Juvenil 
    Berat 3 gr, dengan kepadatan 50 ekor/m2 ditebar pada kolam yang berukuran kecil
3. Finger Link 
    Berat 15 - 20 gr. dipelihara sampai ukuran konsumsi. padat tebar dalam pemeliharaan 5 ekor/M2.


Pakan 
Untuk ukuran benih pakan yang diberikan yaitu cacing sutra, dan bila benih sudah mencapai ukuran 15-20 gr sidat diberi pakan berupa keong mas yang telah dicacah. 






Pembesaran Ikan Nila

Ikan Nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu jenis ikan air tawar, daging ikan nila banyak disukai oleh masyarakat luas karena rasanya gurih dan durinya mudah dilepas dari daging.

Ikan nila berasal dari afrika, yaitu berasal dari sungai nil.Ikan nila mempunyai banyak kelebihan, kelebihan ini adalah ikan nila mampu beradaptasi dengan berbagai jenis air.

Klasifikasi Ikan Nila :
Fillum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Kelas : Pisces
Sub Kelas : Actinopterygii
Infra class : Teleostei
Super Ordo : Ostariophysi
Ordo : Percomorphi
Subordo : Percoidea
Famili : Cichlidae
Genus : Oreochormis
Spesies : Oreochromis Niloticus


Jenis Ikan Nila yang berkembang saat ini
1. Nila Gift
2. Nila TA
3. Nila Gesit
4. Nila Nirwana
5. Nila BEST

Tempat Budidaya
Budidaya pembesaran ikan nila dapat dilakukan pada kolam air tenang, kolam air deras, karamba, karamba jaring apung.
Standar kualitas Air untuk budidaya ikan nila adalah :
1. pH : 6,5-8,5
2. Suhu 25 - 30 derajat celcius
3. Oksigen terlarut : 4-5 mg/lt
4. NH3 : < 0,016 mg/lt
5. Karbondioksida : < 15 mg/lt
6. Kecerahan air : 40 - 50 cm
7. Alkalinitas : >20 mg/lt
8. Nitrit : < 0,05 ppm
9. Kesadahan Total > 20 mg/lt

Benih
benih ikan nila  dengan bobot 15 gr/ekor ditebar dengan kepadatan 20 ekor/M3 untuk Kolam Air Tenang, 50 ekor/M3 untuk Karamba, 50 ekor/M3 untuk KJA.


Pakan
Pakan diberikan dengan jumlah yang tepat tidak boleh kurang ataupun lebih. kandungan pakan yang diberikan untuk budidaya ikan nila yaitu minimal 25%













Jumat, 24 Februari 2017

Budidaya Pembesaran Ikan Gurami

Ikan Gurami (Osphronemus gourami) merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki daging tebal dan lezat. Ikan Gurami banyak diminati oleh banyak  orang karena selain mempunyai daging yang tebal dan lezat gurami ini tidak banyak mengandung duri yang banyak dan kecil-kecil, sehingga akan memudahkan dalam memakannya.

Klasifikasi ikan Gurami

Filum : Chordata
Subfilum : Vertebrata
Kelas : Pisces
Subklass : Actinopterygii
Infra Class : Teleostei
Super Ordo : Ostariophysi
Ordo : Labyrinthici
Sub Ordo : Anabantoidae
Famili : Anabantidae
Subfamili : Osproneminae
Genus:Osphronemus
Spesies : Osphronemus Gouramy

               Lacepede, 1801

Tempat Budidaya
Ikan Gurami dapat di budidayakan di kolam Air Tenang atau di kolam terpal. Standar Kualitas Air yang baik untuk budidaya ikan gurame adalah :

Suhu : 24 - 28 derajat celcius
Oksigen Terlarut : > 5 mg/l
pH : 6,5 - 8
NH3 : < 0,06 mg/l
Kecerahan : 25 - 50 cm
Nitrit : < 0,05 ppm
Karbondioksida : 15 - 25 mg/l
Alkalinitas : > 20 mg/lt
Kesadahan Total : > 20 mg/lt

Benih
Untuk Benih ikan Gurame dengan berat 50 gr padat tebar yang digunakan yaitu :
Kolam Air Tenang : 25 ekor/m3
Kolam terpal : 25 ekor/m3
KJA : 50 ekor/m3
karamba : 25 ekor/m3

Pakan
Pakan yang diberikan pada budidaya ikan gurame dapat berupa pakan alami atau pakan buatan, Pakan buatan yang diberikan harus memiliki kandungan protein sebesar 30%. Pakan Alami dapat berupa daun keladi, daun sente, kangkung, daun pepaya, daun singkong.



Klasifikasi ikan Bawal

Ikan Bawal (Colossoma macropopum)  merupakan ikan yang berasal dari Brazil. Bawal dapat tumbuh dengan pesat

Klasifikasi ikan Bawal
Filum : Chordata
Subfilum: Vertebrata
Kelas : Pisces
Sub Kelas : Neopterigii
Super Ordo:Cypriniformes
Ordo: Cyprinoidea
Famili: Characidae
Sub Famili  : Serrasalminae
Genus : Colossoma
Spesies : Colossoma Macropum
               Cuvier, 1816

Budidaya Ikan Tawes



Video Cara Budidaya Ikan  Tawes

Pemeliharaan Ikan Lohan pada Akuarium




Video Cara Pemeliharaan Ikan Lohan di akuarium 

Video Pemijahan Belut menggunakan drum




Video Pemijahan Belut menggunakan drum 

Kamis, 23 Februari 2017

Pembesaran Ikan Patin

Pembesaran Ikan Patin

Ikan Patin (Pangasius djambal,. P.hypophthalmus) merupakan jenis ikan air tawar dan merupakan salah satu jenis lele-lelean.

Jenis ikan patin yang paling banyak dibudidayakan adalah dari jenis Pangasius hypophthalmus yang berasal dari Thailand.

Klasifikasi Ikan Patin
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Klas : Pisces
Subklas : Actinopterygii
Infra Class : Teleostei
Super Ordo : Ostariophysi
Ordo : Siluriformes
Sub Ordo : Siluroide
Famili : Pangasidae
Genus : Pangasius
Spesies : Pangasius djambal
               Bleeker, 1846


Tempat budidaya pemeliharaan ikan patin 

budidaya ikan patin akan efektif bila dipelihara dalam kolam air deras pemeliharaan dalam kolam air deras merupakan pemeliharaan secara intensif sehingga pertumbuhan dan waktu panen ikan akan lebih singkat. Selain dipelihara pada kolam air deras ikan patin juga dapat dipelihara pada Kolam Air Tenang, Karamba, Karamba Jaring Apung.


Dalam Pemeliharaan Patin Kualitas Air perlu diperhatikan, Parameter kualitas dan standar kualitas air untuk pemeliharaan ikan Patin yaitu terdiri dari :

Suhu : 28 - 32 derajat celcius
Oksigen terlarut : 4,5 - 6,5 mg/lt
pH : 6 - 7
NH3 : < 0,05 ppm
Karbondioksida : 9 - 20 ppm
Transparansi : 40 - 60 cm
Nitrit : < 0,05 ppm
Kesadahan Total  : > 20 mg/lt
Alkalinitas > 20 mg/lt

Benih 
Benih ikan patin yang dipilih harus benih ikan yang sehat, tidak cacat, berenang aktif, respon terhadap pakan. benih ikan bisa diperoleh dari Balai Benih Ikan Pemerintah atau pun dari Petani pembenih.

untuk padat tebar benih ikan yang ditanam pada wadah pemeliharaan dengan berat benih ikan 20 gr per ekor adalah Kolam air deras 50 ekor/M3, Karamba 25 ekor/M3, Karamba Jaring Apung 50 ekor/M3.


Pakan
Pakan yang diberikan berupa pakan buatan dengan kandungan protein sebesar 25 %. pemberian pakan diberikan sebanyak 3 % dari berat total ikan aktual berdasarkan biomass.





Selasa, 21 Februari 2017

Pembesaran Ikan Nilem

Ikan Nilem (Osteochilus hasselti)

Tempat Budidaya
Budidaya ikan nilem dapat dilakukan pada di kolam, kolam air deras, Karamba, Karamba Jaring Apung.

Standar kualitas air untuk budidaya ikan nilem yaitu :
1. pH 6,5 - 7,5
2. Suhu 18-28 derajat celcius
3. Oksigen Terlarut > 5 mg/lt
4. NH3 < 0,02 mg/lt
5. Transparansi 60 - 80 cm (Jernih)
6. karbondioksida (CO2)  2-11 mg/lt
7. Nitrit (NO2) <0,05 ppm
8. Kesadahan Total > 20 mg/lt
9. Alkalinitas > 20 mg/lt

 Benih
 Benih ikan nilem dapat diperoleh dari Balai Benih Ikan atau petani pembenih.
 Padat tebar ikan nilem dengan berat 3,5 gr/ekor untuk Kolam Air Deras 125 ekor/M3, Karamba 100 ekor/M3, Karamba jaring apung 100 ekor/m3.


Pakan
pakan dapat diberikan berupa pakan alami dan pakan buatan. Pakan alami berupa daun singkong, labu siam, lumut, dedak halus, ampas tahu.


Lerniasis

Lerniasis

A.  Penyebab :  Lernaeae cyprinaceae dan L. arcuata

B. Karakteristik patogen :
-    Lerniasis merupakan parasit  yang dikenal  dengan cacing jangkar (anchor worm).
-    Sipat menempel ke tubuh ikan dengan “jangkar” yang menusuk dan berkembang di bawah  kulit  ikan.
-   Badan parasit dilengkapi dengan dua buah kantung telur akan terlihat  menggantung di luar tubuh ikan.

C.  Gejala Klinis :
-  Lerneasis terlihat menyerupai seperti panah yang menusuk tubuh ikan, terkadang pada tubuh parasite ini ditumbuhi lumut sehingga ikan yang terinfeksi terlihat seperti membawa bendera hijau.
-  Terjadi luka atau pendarahan pada lokasi tempat penempelannya. Pada benih ikan dalamnya tusukan bisa mencapai organ dalam sehingga dapat mengakibatkan kematian.

D.   Pengendalian :
-    Melakukan pengendapan dan penyaringan air masuk.
-    Pemusnahan ikan yang terinfeksi dan pengeringan dasar kolam yang diikuti dengan pengapuran.
-    Pemberian Temephos (Abate) pada dosis 1 mg/liter (akuarium) dan 1,5mg/liter (kolam).


Senin, 20 Februari 2017

Gyrodactyliasis (cacing kulit)

Gyrodactyliasis (cacing kulit)

A.  Penyebab : Gyrodactylus spp.
B.  Karakteristik  patogen :
-     Cacing kecil ini bersifat ekto-parasit, bersifat obligat parasitik (ikan sebagai satu-satunya inang definitif), cacing berkembang biak dengan beranak.
-    Cacing Gyrodactylus sp. tidak memiliki titik mata, dan pada ujung kepala terdapat 2 buah tonjolan.
-    Penularan penyakit terjadi secara horizontal, pada saat anak cacing lahir dari induknya.

-    Penyakit cacing kulit ini menginfeksi semua jenis ikan air tawar.
-    Selama hidupnya harus menginfeksi ikan sebagai inang definitif, infeksi berat dapat mematikan 30-100% dalam tempo hanya beberapa minggu; terutama sebagai akibat infeksi sekunder oleh bakteri dan cendawan.
-    Beberapa faktor terjadinya ledakan infeksi yaitu spesies ikan, malnutrisi, bahan organik yang tinggi dan fluktuasi parameter kualitas air terutama suhu.

C. Gejala Klinis :
-     Nafsu makan pada ikan akan menurun, lemah, tubuh ikan berwarna gelap, pertumbuhan menjadi terhambat, dan produksi lendir berlebih.
-     Peradangan pada kulit disertai warna kemerahan pada lokasi penempelan cacing.
-    Menggosok-gosokkan badannya pada benda disekitarnya.
  
D.  Diagnosa :
-     Pengamatan secara visual terhadap tingkah laku dan gejala klinis yang timbul  

. Pengendalian :
-    Kualitas air kolam budidaya perlu diperhatikan.
-    Pemberian   unsur    immunostimulan pada ikan (misalnya penambahan vitamin C pada pakan) secara rutin selama pemeliharaan.
-    Mengurangi kadar bahan organik terlarut dan/atau meningkatkan   frekwensi pergantian air lama dengan air baru.
-    pengobatan dapat dilakukan dengan beberapa jenis desinfektan, antara lain:
 a. Perendaman dalam larutan garam dapur pada konsentrasi 500-10.000 mg/liter (tergantung jenis dan umur ikan) selama 24 jam;
b.    Perendaman dalam larutan Kalium Permanganate (PK) pada dosis 4 mg/literselama 12 jam.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...