Hobi Ikan Mania: Penyuntikan hormon alamiah (hipofisa) pada pemijahan ikan lele

cari

Sabtu, 03 Maret 2018

Penyuntikan hormon alamiah (hipofisa) pada pemijahan ikan lele

Benih ikan lele untuk budidaya pembesaran kebutuhannya semakin meningkat, benih ikan lele tidak mungkin dapat dicukupi hanya oleh induk-induk yang memijah secara alami.

Penyuntikan induk lele dengan hormon diperlukan dalam pemijahan ikan lele. Hormon alamiah bisa disiapkan dari kelenjar hipofisa ikan lele atau dari jenis ikan lain seperti ikan mas.


Penyuntikan hormon alamiah (hipofisa) 

Hormon  diambilkan dari kelenjar hipofisa pada ikan yang terletak di bagian bawah otak kecil. Setiap ikan (juga makhluk bertulang belakang lainnya) mempunyai kelenjar hipofisa.

Penyuntikan pada ikan lele, diperlukan kelenjar hipofisa yang diambil dari ikan donor, sedangkan penerimanya/ikan yang disuntik disebut resipien. Sebagai ikan donor dapat dipilihkan ikan lele, ikan mas (tombro, karper, Cyprinus carpio), atau dari jenis ikan lele lokal (Clarias batrachus). Hormon/kelenjar hipofisa yang berasal dari ikan jenis lain tidak cocok.


 1) Dosis hipofisa 

Banyaknya kelenjar hipofisa yang perlu disuntikkan kepada induk lele adalah 3 dosis. Artinya ikan yang beratnya 0,5 kg, misalnya, memerlukan kelenjar hipofisa yang berasal dari donor yang berat badannya 1,5 kg.

Ikan donor dengan berat 1,5 kg itu dapat terdiri dari 3 ekor ikan yang masing-masing beratnya 0,5 kg atau 2 ekor yang beratnya 1 kg dan 0,5 kg atau dapat juga dipakai seekor yang beratnya 1,5 kg.

untuk dijadikan ikan donor sebaiknya dipilihkan ikan yang telah dewasa, jenis kelamin jantan maupun betina sama saja. Apabila ikan donor dipilihkan dari ikan yang belum dewasa kadar hormon dalam hipofisanya sedikit.


 2) Pengambilan kelenjar hipofisa dan pembuatan ekstrak 

 tehnik dan cara pengambilan kelenjar hipofisa dari ikan donor  :

a) Siapkan ikan donor (ikan lele/ikan mas dewasa)

b) bagian kepala ikan donor dipegang, bila licin badan ikan donor dapat dibungkus dengan lap. Sementara bagian kepala dipegang, bagian badan diletakan diatas talenen, kemudian Kepala ikan dipotong dibagian belakang tutup insangnya hingga kepalanya putus.

c) Setelah ikan donor terpotong, sisir tulang kepala ikan donor di atas mata hingga tulang tengkoraknya terbuka dan otaknya kelihatan.

d) kemudian singkap otaknya menggunakan pinset, dibagian bawah otak akan terlihat kelenjar hipofisa yang berwarna putih sebesar butiran kacang hijau.

e) Dengan tetap menggunakan pinset, kelenjar hipofisa diangkat dan diletakan ke dalam cawan yang bersih untuk dicuci dengan aquades hingga darah yang melekat hilang. cara membersihkan kelenjar hipofisa dilakukan dengan disemprot aquades menggunakan pipet.

f) Setelah butir kelenjar hipofisa dari ikan donor bersih, lalu kelenjar hipofisa dimasukan ke dalam tabung penggerus. Selanjutnya kelenjar hipofisa digerus atau dipencet hingga hancur.

g) kelenjar hipofisa yang telah digerus diencerkan dengan 1-1,5 ml aquades atau larutan garam fisiologis. Dengan demikian, hormon GSH yang terkandung didalam hipofisa akan terlarut dalam cairan.

h) Larutan tersebut diendapkan beberapa menit hingga kotoran tampak mengendap di dasar. Cairan dibagian atas diambil dengan tabung injeksi (spuit) untuk disuntikan pada ikan.

 3) Penyuntikan ekstrak hipofisa. 
 Induk sebagai ikan resipien yang telah dipersiapkan pada kolam pemeliharaan induk diambil.  Induk tersebut dipegang dengan bantuan penyerok dari jaring supaya tidak licin.

Hormon didalam spuit disuntikan didekat sirip punggung kedalam daging induk (intramuscular). Setelah disuntik, induk dimasukan kedalam kolam pemijahan yang telah dipersiapkan. Biarkan induk ikan lele dalam keadaan tenang.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...