Hobi Ikan Mania: Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Ikan Gurame

cari

Minggu, 25 Februari 2018

Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Ikan Gurame

Penetasan Telur dan Pemeliharaan Larva Ikan Gurame

Apabila sarang ikan gurame pada kolam pemijahan sudah berisi telur, maka sarang ikan gurame dapat dipanen/dipindahkan  ke tempat penetasan telur.

Pemanenan sarang ikan Gurame  dilakukan dengan mengangkat sarang secara hati-hati ke dalam ember yang berisi air kolam. Penggunaan air kolam dalam ember pengangkutan sarang dimaksudkan agar kondisi dan kualitas  air tidak berubah (sama), hal ini dilakukan  untuk mengurangi tingkat kematian telur gurame.

Apabila air dalam ember pengangkutan diambil dari luar kolam maka dikhawatirkan air tersebut memiliki suhu dan pH yang berbeda dengan air kolam. 

Setelah itu dilakukan pemisahan telur dari sarang, sarang yang telah diangkat pada kolam pemijahan ditempatkan pada bak plastik kemudian secara perlahan sarang  dibuka agar telur yang ada dalam sarang keluar. Pastikan semua telur yang ada dalam sarang dan sela-sela ijuk keluar semua lalu ijuk/sarang keluarkan dari bak plastik tersebut.

Kemudian setelah semua telur terpisah dari sarang, telur dibersihkan dan dipindahkan dengan cara menyerok telur pada bak plastik sebelumnya kemudian telur ditempatkan pada bak plastik lainnya yang telah diisi air,  secara perlahan telur dialiri air di atasnya sambil serokan digoyang-goyangkan.

Telur ikan gurame yang sudah dicuci ditempatkan pada bak plastik lainnya yang sudah terisi air untuk kemudian dilakukan pernyotiran. Cara membedakan telur yang hidup dan mati dapat dilihat dari warnanya. Telur yang hidup berwarna kuning cerah bening atau transparan, dan telur yang mati/rusak berwarna kusam, kuning muda agak keputih-putihan.

Telur ikan gurame mengalami kematian karena telur tersebut tidak dibuahi. Telur yang tidak terbuahi akan  dengan cepat diserang jamur berwarna putih yang disebut Saprolegnia.

Setelah terserang jamur, telur mati akan membusuk dan akan mengganggu perkembangan telur yang hidup. Telur-telur yang rusak dan mati dibuang, kemudian telur yang hidup diletakkan pada wadah penetasan. 

Wadah penetasan telur yang digunakan dapat berupa bak-bak atau ember plastik bervolume 20 liter, paso berdiameter 50 cm yang terbuat dari tanah liat, atau dapat berupa akuarium dengan ukuran 100 x 50 x 40 cm. jumlah kepadatan telur 150-175 butir per liter.

tempat penetasan ini telah dipersiapkan 1-2 hari sebelumnya wadah penetasan diisi air kolam dan air bersih. Ketinggian air dalam wadah penetasan sekitar 20 cm. Sehari sebelum telur dimasukkan, air dalam bak penetasan diaerasi terlebih dahulu agar cukup mengandung oksigen.

Telur ikan gurame akan menetas dalam waktu 30 – 36 jam. Setelah telur menetas, terbentuk larva yang masih mempunyai kantong kuning telur.

Kantong kuning telur akan habis dalam waktu 10 - 12 hari. setelah kuning telur habis maka larva diberikan daphnia atau cacing sutera.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...