Budidaya Ikan Diskus

Ikan Diskus Symphysodon discus merupakan ikan yang berasal dari Rio Negro dan perairan tenang sungai Amazon.

Ikan Discus memiliki sifat omnivora, Ikan ini bergerak sangat halus, ikan discus  juga terkenal  sebagai "King of Aquarium".

Ikan ini disebut diskus  karena bentuk tubuhnya bulat seperti cakram.

terdapat 4 jenis diskus yang dibudidayakan yaitu :
- Heckel Discus (Symphysodon discus)
- Brown Discus (Symphysodon aequifasciata axelrodi)
- Green Discus (Symphysodon aequifasciata aequifasciata)
- Blue discus (Symphysodon aequifasciata haroldi)


Parameter kualitas air yang baik untuk budidaya ikan discus ini yaitu suhu berkisar 25 - 300C, pH air 5 - 6,5 dan kekerasan air 3  - 50dH .

proses pemijahan
pemijahan ikan Discus harus dilakukan secara  saksama. Dalam hal pemilihan induk yang akan dipijahkan harus dipilih induk yang baik agar induk dapat menghasilkan anakan yang berkualitas.

Ciri-ciri induk yang baik
- Tidak cacat
- sehat
- Tampak aktif
- bentuknya proporsional
- memiliki ukuran tubuh yang besar
- gemuk
- mulutnya relatif besar
- berumur lebih dari satu tahun

dalam proses pemasangan induk,  ikan ini sangat susah untuk dipasangkan, sehingga ikan dibiarkan untuk memilih pasangannya sendiri.

apabila ikan ini telah memiliki pasangan, yaitu dengan dicirikan terus berenang bersama maka ikan dipisahkan dan ditempatkan pada wadah pemijahan.

pakan yang diberikan untuk induk yaitu menggunakan pakan alami seperti cacing darah dan jentik nyamuk atau diberi pakan buatan berupa pelet.

sarang telur ikan discus terbuat dari bahan potongan paralon yang diletakan dipojok atau tengah akuarium pada posisi berdiri. sebelum memijah induk ikan discus akan membersihkan sarangnya sebelum meletakan telur-telurnya.

telur dan larvanya tidak dapat dipisahkan dari induknya, telur ikan ini dibiarkan menetas dalam tempat pemijahan. Dalam waktu 2-3 hari telur-telur akan menetas.

Larva ikan akan terus menempel pada induknya hingga berumur satu minggu, dan larva akan berenang setelah umur satu minggu.  larva akan terus menempel pada induknya sampai berumur 21 hari. Larva diskus ini menempel pada induknya untuk memakan lendir yang keluar dari tubuh induknya (menyusu).

larva diberi pakan tambahan berupa nauplii artemia atau kutu air saring, apabila larva sudah berpisah dari induknya, pakan diberi pakan berupa kutu air besar. setelah benih berumur satu bulan maka sudah bisa diberi pakan berupa cacing sutera, cacing darah, atau jentik nyamuk. jika ikan sudah berukuran 4 cm atau sudah berumur 3 bulan ikan sudah bisa dijual.



Total Tayangan Halaman

Postingan populer dari blog ini

Pemijahan Ikan Lele

Ciri-ciri Morfologi ikan gurame

Kekurangan dan kelebihan kolam tanah dan kolam tembok dalam berbudidaya ikan