Hobi Ikan Mania: 2017-12-31

cari

Jumat, 05 Januari 2018

Budidaya Ikan Cupang Adu

Ikan cupang adu dengan nama latin Betta splendens yang terkenal dengan nama dagang Siammese Fighting Fish merupakan ikan  yang berasal dari daerah Sumatera, Jawa, Thailand, Singapura dan Malaysia. 

Ikan cupang di pasaran ada dua jenis yaitu cupang adu dan cupang hias. Cupang hias atau sering juga disebut cupang slayer memiliki sirip yang panjang, cupang ini memiliki sikap yang tenang dan tidak agresif. Cupang adu memiliki sirip yang pendek dan memiliki sifat yang agresif.

ukuran ikan cupang panjangnya hanya mencapai 6 cm, ikan ini memiliki  warna yang beragam diantaranya warna merah, biru, merah tua, hijau, albino, putih. Ikan ini merupakan jenis ikan yang dapat mengambil oksigen langsung ke udara sehingga dalam pemeliharaannya tidak perlu pakai aerasi.

kualitas air untuk pemeliharaan ikan cupang yaitu :
- suhu agak hangat yaitu sekitar 28-30 derajat celcius
- pH air 6,8 - 7
- kekerasan 9 - 10 derajat dH

Induk Cupang adu antara jantan dan betina dapat dibedakan dengan melihat ciri ciri sebagai berikut, Induk cupang adu jantan memiliki warna tubuh yang jauh menarik, sirip lebih panjang, dan memiliki tubuh yang lebih langsing dari pada induk cupang adu betina.

Induk akan mulai memijah pada umur 5 - 6 bulan, tempat untuk memijah dapat menggunakan bak, akuarium  atau stoples.  pemijahan dilakukan secara berpasangan.

Pada saat memijah induk jantan dimasukan terlebih dahulu ke tempat pemijahan, apabila induk jantan telah membuat busa yang banyak  maka induk ikan cupang betina yang telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan. awalnya induk jantan akan menyerang induk betina, kalau menjadi akur induk tersebut sudah cocok, tetapi apabila induk cupang belum akur dan ikan jantan terus menerus menyerang maka sebaiknya induk betina diganti.

telur induk betina akan dibuahi oleh induk jantan kemudian telur tersebut diambil oleh induk jantan untuk disusun pada sarang busa. setelah memijah maka induk cupang betina dipisahkan.

telur akan menetas dalam jangka waktu 2-3 hari, induk jantan tetap dibiarkan dalam tempat penetasan, setelah tiga hari atau setelah busanya hilang induk jantan perlu diambil karena larva ikan sudah mulai berenang.

pakan yang diberikan pada larva yang telah mulai berenang yaitu berupa infusoria, rotifera, kutu air saring.

setelah tiga sampai empat hari larva ikan cupang dapat diberi kutu air besar dan cacing sutera. selama perawatan larva ini dapat diberi aerasi kecil, untuk mensuplai oksigen.

Setelah ikan dewasa perawatan sebaiknya dilakukan pada botol. ikan cupang dapat dijual setelah mencapai panjang 1,5 cm atau setelah berumur sekitar 3 bulan.







Budidaya Ikan Krisbensis

Ikan Krisbensis (Pelmatochormis krisbensis) merupakan ikan yang berasal dari Kamerun, Afrika Barat. Ikan ini mencapai panjang sekitar 7 cm pada jantan dan 5 cm pada jenis kelamin betina.

ikan hidup pada perairan sungai besar dengan kandungan air yang memiliki pH 7, kekerasan 8 derajat dH dan suhu air antara 25 - 28 derajat celcius.

ikan Krisbensis memiliki ciri-ciri yaitu pada tubuh bagian atasnya berwarna cokelat bergaris kuning, sedangkan pada bagian bawah berwarna kuning, pada sirip ikan memiliki warna keunguan sedikit kuning dan merah. pada jenis kelamin betina terdapat bintik hitam di ujung sirip punggung sedangkan pada ikan jantan bintik tersebut berada dipinggir atas sirip ekor.

proses pemijahan dapat dilakukan dengan cara masal yaitu dengan perbandingan antara induk jantan dan betina 1 : 3. tempat pemijahan yang digunakan berupa akuarium atau bak yang telah dilengkapi sarang yang terbuat dari potongan paralon bulat sekitar 5 - 10 cm yang disusun menyerupai sarang lebah.

Pada proses pemijahan telurnya disembunyikan diletakan atau ditempelkan di sisi dalam paralon atau pot bunga, telur hasil pemijahan perlu diambil untuk ditetaskan di wadah terpisah karena bila dibiarkan induknya akan memakan telurnya sendiri.

wadah penetasan yang digunakan harus sedikit gelap, larva yang telah menetas di beri pakan berupa infusoria. kemudian setelah dua hari diberi pakan berupa kutu air saring. setelah ikan dewasa pakan diberikan berupa cacing sutera.

ikan ini memiliki sipat yang agresif maka dalam pemeliharaan di tempat pemeliharaan perlu diberi tanaman air atau substrat dari batang kayu sebagai tempat bersembunyi.

ukuran ikan yang dapat dijual yaitu setelah ikan mencapai panjang 2,5 cm yang telah dipelihara selama 2,5 bulan sampai dengan 3 bulan  

Kamis, 04 Januari 2018

Budidaya Badis-badis

Ikan Badis-badis atau Dwarf Camelon (Badis-badis) merupakan ikan yang berasal dari Birma dan India, ikan  ini sangat populer dan disenangi oleh pemilik akuarium karena ikan Badis-badis memiliki warna yang cemerlang.

panjang ikan ini dapat mencapai ukuran 9 -10 cm,  ikan ini bersipat omnivora. Parameter kualitas air untuk pemeliharaan ikan ini yaitu suhu 25-28 derajat celcius, pemijahan pH air sekitar 6,5 - 7,0 dan kekerasan air 6-10 derajat dH. Tempat pemeliharaan dipelihara pada wadah yang agak gelap. 

perbedaan induk jantan dan betina yaitu tubuh induk ikan jantan lebih besar dan lebih panjang dari pada ikan betina. warna tubuh ikan jantan lebih cerah dibandingkan dengan warna tubuh ikan betina. 

pemijahan, pada tempat pemijahan ikan perlu dilengkapi sarang yang tebuat dari bekas pot bunga yang dimiringkan atau potongan paralon berdiameter 1,5 - 2 inchi yang disusun secara horizontal.  telur dari hasil pemijahan akan dilekatkan pada lubang-lubang paralon. 

penetasan telur sebaiknya ditetaskan pada tempat yang terpisah untuk menjaga agar telur tidak dimakan oleh induknya. Dalam jangka waktu 2-3 hari telur akan menetas, pakan larva ikan ini diberi pakan berupa infusoria. setelah 2 hari maka larva mulai diberi kutu air saring. 

Dalam proses pembesaran ikan benih dapat diberi cacing sutera. untuk  mencapai ukuran induk dibutuhkan pemeliharaan selama 6 bulan, dan untuk mencapai ukuran jual cukup memerlukan waktu pemeliharaan selama 3 bulan atau sudah mencapai ukuran 2,5 cm.

Rabu, 03 Januari 2018

Budidaya Ikan Black Ghost

Budidaya Ikan Black Ghost (Apteronotus albifrons) berasal dari daerah Amerika Selatan dan ikan ini bersifat Carnivora.

Habitat perairan untuk kehidupan ikan ini yaitu suhu 25-280C, pH 6,5- 7,0, dan Kekerasan 6-100 dH
Ikan ini memiliki bentuk tubuh  seperti lembaran daun atau pisau dengan warna hitam polos.

ikan ini berenang bergetar atau meluncur, ikan Black Ghost senang berada pada tempat yang gelap dan cahaya yang remang-remang ikan ini akan bersembunyi bila ada lubang, terutama di waktu siang hari.  dengan memiliki sipat tersebut maka akuarium tempat pemeliharaan perlu disediakan tempat persembunyian berupa akar-akar pepohonan atau dari potongan paralon.

jenis kelamin antara jantan dan betina sulit untuk dibedakan, perbedaan ini dibedakan dari garis punggung pada ikan jantan sedikit pendek dari pada ikan betina. Sirip ekor pada ikan betina lebih sempit dari pada sirip ekor pada ikan Jantan.

Pemijahan ikan ini dilangsungkan secara berpasangan maupun masal. Pemijahan secara masal dilakukan dengan perbandingan jantan dan betina  1 : 2.
tempat pemijahan dilakukan pada kolam semen dengan ukuran 1,5 m x 2 m, dan pemijahan pada akuarium digunakan akuarium yang berukuran 100 cm x 40 cm x 40 cm yang bisa menampung induk sekitar 5- 8 ekor.

sarang yang digunakan sebagai tempat pemijahan biasanya menggunakan lembaran batang pakis (untuk anggrek) yang ditumpuk atau disusun dua.  batang pakis sebagai sarang ikan perlu diikat atau ditindih batu agar tidak bergerak dan tenggelam dalam air.

telur dari hasil pemijahan ini akan ditempatkan pada lubang-lubang lembaran daun pakis dengan cara disemprotkan.

pemijahan ikan ini akan berlangsung pada waktu malam hari, sarang pada pagi harinya akan dipenuhi telur-telur yang dapat diambil untuk ditetaskan pada akuarium yang telah diberi aerator yang lembut.

tempat penetasan telur cahayanya nya perlu agak gelap karena larva tidak tahan terhadap cahaya. telur akan menetas dalam jangka waktu 2- 3 hari, setelah menetas larva masih menempel pada sarang. setelah tiga hari larva akan mulai berenang dan larva bisa diberi pakan berupa kutu air saring. Pada kegiatan pembesaran ini larva dipelihara dan diberi pakan berupa cacing sutera, jentik nyamuk dan cacing darah. bila benih telah mencapai ukuran 5 cm maka benih sudah bisa dijual ke pasaran.



budidaya ikan Ramiresi

ikan Ramiresi (Apistograma ramirezi) merupakan jenis ikan yang berasal dari Venezuela dan Kolombia.
ikan ini bersifat omnivora dan tergolong sebagai ikan yang pemalu. disebut sebagai ikan pemalu karena kesenangannya bersembunyi dalam lubang sehingga perlu tempat persembunyian  dalam wadah pemeliharaan.

Panjang tubuh maksimal ikan ini yaitu mencapai sekitar 6 cm. memiliki warna tubuh merah tua yang ditutupi garis melintang warna biru yang samar di semua tubuh.
Pada sirip berwarna merah dengan dilengkapi warna agak pelangi.

Parameter kualitas air untuk budidaya ikan yaitu, suhu antara 27 - 29 derajat celcius, pH 6,5 - 7,0 kekerasan air 3 - 7 derajat dH.

pemijahan ini dapat dilakukan secara masal dengan perbandingan antara induk jantan dan betina 1 : 1. Air untuk pemijahan ikan Ramiresi pH nya agak asam, sekitar 6,5.

perbedaan antara induk jantan dan betina yaitu pada induk jantan ditandai dengan warna tubuh sangat cerah dan sirip sedikit lebih panjang, sementara untuk induk betina yang akan siap untuk dipijahkan ditandai dengan pada bagian perutnya tampak lebih gendut.

Sarang yang disimpan pada wadah pemijahan dapat terbuat dari pot bunga yang dimiringkan atau sarang terbuat dari potongan paralon.

pada proses pemijahan telur akan disembunyikan dalam sarang melalui lubang kecil. telur dari hasil pemijahan akan menetas dalam jangka waktu 2-3 hari. setelah menetas dan larva berenang maka larva diberi pakan berupa infusoria, rotifera, ataupun kutu air halus.

induk akan mengasuh larva yang menetas tersebut dalam jangka waktu 15 hari.  Kemudian setelah 15 hari anak-anak ikan tersebut dipisahkan dari induknya.

pada proses pemeliharaan benih maka benih diberi pakan berupa kutu air saring atau cacing sutera, pakan berupa pelet halus dapat juga diberikan pada benih ikan. ikan akan dipanen atau dijual setelah ikan  mencapai panjang 2,5 cm atau dalam waktu pemeliharaan 3 - 4 bulan. 

Selasa, 02 Januari 2018

Pembenihan Ikan Nilem (pemijahan Cara Galunggung)

Pembenihan Ikan Nilem dapat dilakukan secara Alami Atau buatan dengan menggunakan hormon. Ikan Nilem merupakan ikan yang mudah memijah, maka selama ini pemijahan ikan nilem dialakukan secara alami di kolam-kolam tanah.


Pemijahan ikan nilem dengan cara Galunggung banyak dilakuan/diterapkan para pembenih di Desa Rancapaku Kabupaten Tasikmalaya.

Pemijahan dengan cara ini membutuhkan kolam pemijahan yang berukuran 1- 2 meter  persegi dan kolam penetasan dengan luas kurang lebih 20 meter persegi. Untuk lokasi pembenihan dengan sumber air yang keruh maka perlu disediakan kolam pengendapan lumpur dahulu. Kedalaman Kolam pemijahan ikan nilem bervariasi antara 50 cm kedalam air di dekat daerah pemasukan air dan sekitar 15 cm kedalam air didekat pintu pengeluaran air kolam.

disekitar daerah pengeluar air (outlet) perlu dipasangi batu-batu kecil atau bisa juga kerikil yang ditanami kakawatan. di depan pipa pengeluaran air dipasangi saringan untuk mejaga agar induk ikan nilem tidak menyeberang ke kolam penetasan. Pipa tersebut merupakan pipa penghubung antara kolam pemijahan dengan kolam Penetasan.

Kedalaman kolam penetasan antara 30 -40 cm dasar kolam penetasan harus berpasir dan perlu dikeringkan.

Induk yang akan dipijahkan dimasukan ke dalam kolam pemijahan sebanyak 20 pasang,  kemudian kolam dialiri air dan air yang dimasukan diperderas. pemijahan terjadi menjelah waktu subuh, tempat pemijahan terjadi di daerah dengan kedalaman kolam yang dangkal yaitu dekat pipa pengeluaran air kolam. Telur telur ikan nilem yang dilepaskan di kolam pemijahan terbawa air kolam dan masuk ke kolam penetasan. Induk nilem setelah memijah kemudian dipindahkan kembali ke kolam pemeliharaan induk.

Telur- telur ikan nilem pada kolam penetasan diratakan  dengan sapu lidi, setelah itu kolam diberi daun pisang untuk mengurangi teriknya matahari dan masuknya air hujan.  Setelah larva nilem berumur 5 hari dipanen untuk dijual atau dipelihara di kolam pemeliharaan benih. 

Jenis-jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan.

Jenis-jenis ikan lele yang biasa dibudidayakan.

1. Lele Dumbo
Ikan Lele Dumbo merupakan ikan yang keberadaannya sudah dikenal sejak dulu ikan lele dumbo ini merupakan  hasil persilangan dari lele lokal asli Taiwan (Clarias fuscus) dengan lele lokal Afrika (Clarias gariepenus).

Lele dumbo ini masuk ke Indonesia pada tahun 1986.

Ikan Lele Dumbo memiliki beberapa Karakteristik yaitu, berukuran besar, mudah dipelihara, cepat beradaptasi, jumlah telur yang dihasilkan banyak, pertumbuhan cepat dan tahan terhadap serangan penyakit.

2. Lele Phyton

Ikan Lele Phyton ini adalah hasil rekayasa perbaikan mutu induk lele yang berasal dari pemijahan silang Induk Lele Betina X Thailand (Lele D89F2) dengan Induk Jantan Lele lokal.

Jenis ikan lele Phyton ini memiliki kelebihan yaitu daha tahan hidupnya yang tinggi, memiliki tingkat pertumbuhan yang cepat dan fekunditas telur yang banyak.

3. Lele Sangkuriang
Lele sangkuriang merupakan jenis ikan lele hasil dari perbaikan genetik melalui rekayasa, perkawinan silang antara induk betina generasi kedua (F2) lele dumbo dengan induk jantan generasi ke enam (F6) lele dumbo. Hasil perkawinan tersebut menghasilkan keturunan kemudian dijadikan induk dan dikawin silangkan dengan Lele dumbo Induk betina generasi kedua (F2) sehinga dari kawin silang tersebut menghasilkan keturunan ikan lele yang disebut lele sangkuriang. 

Senin, 01 Januari 2018

Budidaya Ikan Diskus

Ikan Diskus Symphysodon discus merupakan ikan yang berasal dari Rio Negro dan perairan tenang sungai Amazon.

Ikan Discus memiliki sifat omnivora, Ikan ini bergerak sangat halus, ikan discus  juga terkenal  sebagai "King of Aquarium".

Ikan ini disebut diskus  karena bentuk tubuhnya bulat seperti cakram.

terdapat 4 jenis diskus yang dibudidayakan yaitu :
- Heckel Discus (Symphysodon discus)
- Brown Discus (Symphysodon aequifasciata axelrodi)
- Green Discus (Symphysodon aequifasciata aequifasciata)
- Blue discus (Symphysodon aequifasciata haroldi)


Parameter kualitas air yang baik untuk budidaya ikan discus ini yaitu suhu berkisar 25 - 300C, pH air 5 - 6,5 dan kekerasan air 3  - 50dH .

proses pemijahan
pemijahan ikan Discus harus dilakukan secara  saksama. Dalam hal pemilihan induk yang akan dipijahkan harus dipilih induk yang baik agar induk dapat menghasilkan anakan yang berkualitas.

Ciri-ciri induk yang baik
- Tidak cacat
- sehat
- Tampak aktif
- bentuknya proporsional
- memiliki ukuran tubuh yang besar
- gemuk
- mulutnya relatif besar
- berumur lebih dari satu tahun

dalam proses pemasangan induk,  ikan ini sangat susah untuk dipasangkan, sehingga ikan dibiarkan untuk memilih pasangannya sendiri.

apabila ikan ini telah memiliki pasangan, yaitu dengan dicirikan terus berenang bersama maka ikan dipisahkan dan ditempatkan pada wadah pemijahan.

pakan yang diberikan untuk induk yaitu menggunakan pakan alami seperti cacing darah dan jentik nyamuk atau diberi pakan buatan berupa pelet.

sarang telur ikan discus terbuat dari bahan potongan paralon yang diletakan dipojok atau tengah akuarium pada posisi berdiri. sebelum memijah induk ikan discus akan membersihkan sarangnya sebelum meletakan telur-telurnya.

telur dan larvanya tidak dapat dipisahkan dari induknya, telur ikan ini dibiarkan menetas dalam tempat pemijahan. Dalam waktu 2-3 hari telur-telur akan menetas.

Larva ikan akan terus menempel pada induknya hingga berumur satu minggu, dan larva akan berenang setelah umur satu minggu.  larva akan terus menempel pada induknya sampai berumur 21 hari. Larva diskus ini menempel pada induknya untuk memakan lendir yang keluar dari tubuh induknya (menyusu).

larva diberi pakan tambahan berupa nauplii artemia atau kutu air saring, apabila larva sudah berpisah dari induknya, pakan diberi pakan berupa kutu air besar. setelah benih berumur satu bulan maka sudah bisa diberi pakan berupa cacing sutera, cacing darah, atau jentik nyamuk. jika ikan sudah berukuran 4 cm atau sudah berumur 3 bulan ikan sudah bisa dijual.



Budidaya Ikan Hias Oskar

Usaha pembesaran ikan lele

Usaha pembesaran ikan lele

Usaha pembesaran ikan lele ini merupakan kegiatan usaha lanjutan dari kegiatan pendederan.

Pada kegiatan usaha pembesaran, benih ikan lele yang dipelihara adalah hasil kegiatan pendederan. Benih tersebut dipelihara dan dibesarkan pada kolam pembesaran.

Kegiatan usaha ini dilakukan untuk menghasilkan ikan lele konsumsi. Ukuran untuk lele konsumsi adalah 100-200 gram/ekor, atau 8 – 10 ekor /kg. 


Benih ikan lele dihasilkan dari hasil pemijahan sendiri atau dapat juga diperoleh dari peternak lain, yang peternak tersebut khusus menjual benih ikan lele.

Usaha Pembibitan Ikan Lele

Usaha Pembibitan Ikan Lele

Kegiatan usaha pembibitan ikan lele merupakan Kegiatan usaha yang dilakukan yaitu mulai dari :

-          - pemilihan indukan unggul dan sehat
-          - Pemeliharaan Induk
-          - Pemijahan
-          - Penetasan
-          - Pemeliharaan larva
-          - Pendederan


Dalam usaha pembibitan ini benih ikan yang dihasilkan dan siap untuk dijual yaitu benih ikan dengan panjang 2-3 cm, 3-4 cm, 4-5 cm, 5-6 cm, 6-7 cm, 7-8 cm, 8- 10 cm, hingga 9 – 12 cm.


Usaha pembibitan ikan lele sangat menguntungkan dan tidak membutuhkan modal yang banyak, karena belum membutuhkan pakan yang banyak. 

Minggu, 31 Desember 2017

Budidaya Ikan Palmeri Tetra

Segmen Usaha Pendederan Ikan Lele

Usaha pendederan ikan lele merupakan tahap lanjut dari pembenihan. Kegiatan Usaha ini biasanya dilakukan oleh peternak pendeder atau dilakukan oleh peternak pembenihan itu sendiri.



Kegiatan usaha pendederan ikan lele ini bertujuan untuk menghasilkan benih lele yang siap tebar, yang akan dipersiapkan untuk pembesaran. 

adapun tahap dari usaha pendederan ikan lele ini yaitu terdiri dari : 
- Seleksi Benih
- Penebaran Benih
- Pemeliharaan Benih
- Panen

Usaha pendederan lele dilakukan selama 1-1,5 bulan. dalam pemeliharaan tersebut dilakukan  tiga periode/kali  untuk sortasi keseragaman ukuran benih lele. 

ukuran benih yang dihasilkan dari kegiatan pendederan ini merupakan benih lele yang berukuran seragam yang siap untuk dijual atau dibesarkan pada tahap selanjutnya (pembesaran).

produksi benih ikan lele dari hasil usaha pendederan ini menghasilkan benih ikan lele dengan 3 ukuran yaitu :
- ukuran kecil 2-3 cm dan 3-4 cm, 
- ukuran sedang 4-5 cm, 5- 6 cm, dan 6-7 cm, 
- ukuran besar 7-8 cm, 8 -10 cm dan 10-12 cm. 


budidaya ikan silver dollar

budidaya ikan Maanvis

Ikan Maanvis dengan nama latin (Pterophyllum Scalare) merupakan jenis ikan hias yang berasal dari Rio Negro daerah perairan sungai Amazone. Di pasaran Ikan Maanvis ini dikenal juga dengan nama Angelfish.


Ikan Maanvis bersifat omnivora, ikan ini dapat mencapai panjang tubuh sekitar 12 cm.  ikan maanvis ini juga sering dijuluki dengan mama The Queen of Aquarium disebabkan karena bentuknya sangat indah seperti anak panah dan memiliki sipat yang tenang yang membuat ikan ini sangat digemari sebagai ikan hias akuarium.

Parameter Kualitas air untuk budidaya ikan Maanvis adalah
- suhu 24 - 28 derajat celcius
- pH 6,5 - 7
- kekerasan air 8 derajat dH

warna asli tubuh ikan ini keperakan dengan garis-garis vertikal berwarna hitam.


pemijahan ikan Maanvis tidak terlalu sulit yang penting syarat kualitas airnya terpenuhi, dan umur induknya sudah memenuhi sekitar enam bulan.


perbedaan induk jantan dan betina dapat dibedakan jenis kelaminnya ketika induk sudah dewasa,
induk betina ukurannya lebih gemuk jika dibandingkan dengan induk jantan, kepala induk jantan lebih membulat bila dibandingkan dengan induk betina, gerigi pada sirip punggungnya lebih panjang dan kasar.

pemijahan dilakukan secara berpasangan pada akuarium yang berukuran 40 cm x 40 cm x 40 cm. pemijahan ikan Maanvis ini juga dapat dilakukan 2 - 3 pasang induk dalam akuarium berukuran 100 cm x 40 cm x 40 cm, untuk setiap pasangan induk ikan maavis perlu diberi sekat dari kaca, lembaran plastik, atau jaring berkerangka.

Pada Induk diberi pakan berupa jentik nyamuk atau cacing darah.

pada wadah tempat pemijahan diberi sarang yang terbuat dari potongan paralon yang digantungkan pada dinding akuarium pada kolom air. Selain itu dapat diberi lembaran daun yang diapungkan atau diberi pemberat pada ujungnya sebagai sarang.

induk ikan jantan dan betina sebelum memijah akan membersihkan sarangnya terlebih dahulu. kemudian telur akan diletakan pada sarangnya pada malam atau sore hari.

setelah memijah sebaiknya telur diambil bersama sarangnya untuk ditetaskan secara terpisah pada akuarium yang berbeda. ketinggian air sekitar 10 cm pada akuarium penetasan untuk mensuplai oksigen perlu diberi aerator kecil.

Setelah 3 hari, telur ikan Maanvis akan menetas dan larva ikan akan mulai berenang setelah usia 3 hari. sebelum larva ikan Maanvis ini mulai berenang sebaiknya jangan dahulu mengganti air atau menggoncangkan wadah penetasan karena ikan akan stress,  apabila larva sudah berenang maka larva dapat mulai diberi pakan berupa nauplii artemia, kutu air saring, atau dapat diberi rotifera.  Setelah satu minggu larva dapat diberi pakan berupa cacing sutera.

Pembesaran ikan Maanvis dapat dilakukan pada akuarium atau pada kolam, dengan kepadatan ikan tergantung dari ukuran ikannya. pakan dalam pemeliharaan dapat diberikan kutu air besar, cacing sutera, ataupun cacing darah.

pada usia 2 bulan, ikan sudah toleransi terhadap kualitas air, pergantian air sebaiknya dilakukan. ukuran jual untuk ikan Maanvis yaitu setelah mencapai panjang 3,5 cm dengan usia ikan selama 3 bulan. 

Usaha Pembenihan Ikan Lele

Usaha Pembenihan ikan Lele Merupakan  usaha yang dilakukan untuk menghasilkan larva ikan lele dengan panjang 0,7 - 1 cm, kemudian dijual ke peternak pendeder lele. 

Pada tahapan Segmen Usaha Pembenihan ikan lele ini berturut-turut adalah
- Pemeliharaan Induk Lele
- Seleksi Induk
- Pemijahan
- Penetasan Telur
- Pemeliharaan Larva
- Panen Larva (larva berumur 3 - 4 hari)

dalam usaha pembenihan ikan lele ini waktu yang diperlukan sejak pemijahan Induk hingga menghasilkan larva berumur 3 - 4 hari adalah selama 5 hari.

pada segmen usaha pembenihan ini peternak pembenih lele tidak perlu mengeluarkan biaya pakan untuk larva lele karena larva ikan lele masih mengandung kuning telur sebagai cadangan makanannya.




Popular Posts