Jumat, 07 Juli 2017

Pembenihan Ikan Patin

Pemijahan Ikan Patin dilakukan secara buatan dengan cara kawin suntik yaitu dengan tehnik rangsangan hormon hifofisa dan hormon sintesis.

Pengadaan Induk
induk yang dipilih yaitu induk yang berkualitas baik, badan bersih, mulus tidak cacat, tidak pucat bergerak aktif dan lincah.

Calon Induk
calon induk disimpan di kolam pemeliharaan induk dengan kepadatan 2- 4 ekor /m2
calon induk dipelihara pada kolam pemeliharaan dengan diberi pakan dengan kandungan protein sebesar 28-30%.

Induk Jantan
Untuk induk jantan berumur > 1,5 th
berat >1,5 kg/ekor
alat kelamin berwarna merah tua
berbentuk kerucut, apabila perut diurut kearah anus akan mengeluarkan cairan sperma.

Induk Betina
Umur 2 th
berat > 3 kg/ekor
matang gonad alat kelaminnya berwarna merah
perut membesar ke arah anus,
apabila diraba perut terasa lembek dan tipis.


Induk yang akan dipijahkan disimpan di bak beton / fiberglass (1 x 1 x 1 m)
jumlah induk dalam wadah sebanyak 5 - 10 ekor.

induk yang terpilih ditimbang satu persatu kemudian disuntik dengan hormon.
dosis (kelenjar hifofisa)
➣ induk patin betina 3 kg maka donor ikan (ikan mas) untuk induk betina sebesar 9 kg

➣ Induk patin Jantan 3 kg maka donor ikan (ikan mas) untuk induk jantan sebesar 6 kg.


dosis hormon sintesis ovaprim
0,9 ml/kg (0,3 ml/kg pada penyuntikan awal dan 0,6 ml/kg pada penyuntikan akhir) selang waktu penyuntikan 6 jam. waktu terjadinya pemijahan yaitu 6-8 jam setelah penyuntikan kedua.
induk jantan ikan patin disuntik dengan dosis 1/2 dari induk betina dan diberikan bersamaan dengan suntikan kedua induk betina.

Striping/pengurutan
Induk dibius dengan menggunakan phenoxy etanol,MS 222 atau minyak cengkih dengan dosis 3 ppm sebelum induk distriping. .

sperma yang keluar ditampung dalam syringe atau suntikan (10 ml) yang sebelumnya ditambahkan larutan fisiologis.

telur induk betina ditampung pada wadah kering berupa baskom.
kemudian telur dan sperma dicampur dan diaduk dengan menggunakan bulu ayam

Penetasan Telur
penetasan telur dilakukan pada bak beton / fiberglass/akuarium atau corong penetasan. Telur patin bersifat adesif nempel antara satu dengan yang lainnya. dan tenggelam, wadah penetasan perlu diberi aerasi. ketinggian air 20 -30 cm kepadatan 400-500 butir/liter.

telur akan menetas dalam waktu 18 jam setelah pembuahan pada suhu 27 derajat celcius