Rabu, 15 Februari 2017

Trichodiniasis atau Penyakit Gatal pada Ikan

Trichodiniasis atau Penyakit Gatal
A.  Penyebab :     Trichodina  spp.,      Trichodinella  spp., dan Tripartiella spp.
B.  Karakteristik patogen :
-     Penyakit ini merupakan protozoa dari golongan ciliata, berbentuk bundar, simetris dan hidup  di ekosistem air tawar, payau dan laut.
-   Trichodina spp. berukuran 45-78 μm,
-   Trichodinella (24-37μm) dan  Tripartiella berukuran lebih dari 40μm.
-     Memiliki cincin dentikel berupa cakram, cincin ini berfungsi sebagai alat penempel.
-    Inang parasite adalah semua benih ikan yang hidup di air tawar,  payau  dan laut. 
-    Menginfeksi organ kulit, sirip dan insang ikan yang baru menetas hingga umur 1 bulan.
-     Kelompok parasit ini umumnya lebih bersifat komensalis daripada parasitic sejati, karena hanya memakan sel-sel kulit ikan yang mati/hancur. Namun karena struktur alat penempel yang keras (chitin), sering mengakibatkan iritasi dan luka pada kulit ikan.
-              Kematian ikan yang diakibatkannya penyakit ini akan bisa  mencapai 50% dari total populasi, terutama akibat infeksi sekunder oleh bakteridan/atau cendawan.

C.  Gejala Klinis :
-    Warna tubuh ikan menjadi pucat, nafsu makan ikan menurun, badan menjadi kurus, gelisah dan gerakan ikan menjadi lamban.
-    Ikan sering menggosok-gosokkan badan pada benda disekitar nya (gatal).
-    Frekwensi pernapasan meningkat dan ikan sering meloncat-loncat ke permukaan air.
-    Terjadi iritasi sel epitel kulit, produksi lendir berlebih sehingga berwarna kecoklatan atau kebiruan.
-    Terjadi kerusakan, menguncup atau rontok.

D.  Diagnosa :
-    Pengamatan secara visual terhadap tingkah laku dan gejala klinis yang timbul dan/atau         meningkatkan   frekwensi pergantian air baru.
   -       Ikan  yang terserang trichodiniasis dengan tingkat prevalensi dan intensitas yang rendah, 

 

 Pengobatan ikan dapat dilakukan dengan beberapa jenis desinfektan, antara lain:
 1. Perendaman ikan dalam larutan garam dapur (untuk ikan air tawar) pada konsentrasi 500-10.000 mg/liter (tergantung jenis dan umur ikan) selama 24 jam;
    2. Pengobatan secara herbal : menggunakan Bawang Putih (AlliumsativumL) dengan cara : sama dengan untuk pengendalian penyakit ichthyophthiriasis