Kamis, 23 Februari 2017

Pembesaran Ikan Patin

Pembesaran Ikan Patin

Ikan Patin (Pangasius djambal,. P.hypophthalmus) merupakan jenis ikan air tawar dan merupakan salah satu jenis lele-lelean.

Jenis ikan patin yang paling banyak dibudidayakan adalah dari jenis Pangasius hypophthalmus yang berasal dari Thailand.

Klasifikasi Ikan Patin
Filum : Chordata
Sub filum : Vertebrata
Klas : Pisces
Subklas : Actinopterygii
Infra Class : Teleostei
Super Ordo : Ostariophysi
Ordo : Siluriformes
Sub Ordo : Siluroide
Famili : Pangasidae
Genus : Pangasius
Spesies : Pangasius djambal
               Bleeker, 1846


Tempat budidaya pemeliharaan ikan patin 

budidaya ikan patin akan efektif bila dipelihara dalam kolam air deras pemeliharaan dalam kolam air deras merupakan pemeliharaan secara intensif sehingga pertumbuhan dan waktu panen ikan akan lebih singkat. Selain dipelihara pada kolam air deras ikan patin juga dapat dipelihara pada Kolam Air Tenang, Karamba, Karamba Jaring Apung.


Dalam Pemeliharaan Patin Kualitas Air perlu diperhatikan, Parameter kualitas dan standar kualitas air untuk pemeliharaan ikan Patin yaitu terdiri dari :

Suhu : 28 - 32 derajat celcius
Oksigen terlarut : 4,5 - 6,5 mg/lt
pH : 6 - 7
NH3 : < 0,05 ppm
Karbondioksida : 9 - 20 ppm
Transparansi : 40 - 60 cm
Nitrit : < 0,05 ppm
Kesadahan Total  : > 20 mg/lt
Alkalinitas > 20 mg/lt

Benih 
Benih ikan patin yang dipilih harus benih ikan yang sehat, tidak cacat, berenang aktif, respon terhadap pakan. benih ikan bisa diperoleh dari Balai Benih Ikan Pemerintah atau pun dari Petani pembenih.

untuk padat tebar benih ikan yang ditanam pada wadah pemeliharaan dengan berat benih ikan 20 gr per ekor adalah Kolam air deras 50 ekor/M3, Karamba 25 ekor/M3, Karamba Jaring Apung 50 ekor/M3.


Pakan
Pakan yang diberikan berupa pakan buatan dengan kandungan protein sebesar 25 %. pemberian pakan diberikan sebanyak 3 % dari berat total ikan aktual berdasarkan biomass.