Senin, 20 Februari 2017

Gyrodactyliasis (cacing kulit)

Gyrodactyliasis (cacing kulit)

A.  Penyebab : Gyrodactylus spp.
B.  Karakteristik  patogen :
-     Cacing kecil ini bersifat ekto-parasit, bersifat obligat parasitik (ikan sebagai satu-satunya inang definitif), cacing berkembang biak dengan beranak.
-    Cacing Gyrodactylus sp. tidak memiliki titik mata, dan pada ujung kepala terdapat 2 buah tonjolan.
-    Penularan penyakit terjadi secara horizontal, pada saat anak cacing lahir dari induknya.

-    Penyakit cacing kulit ini menginfeksi semua jenis ikan air tawar.
-    Selama hidupnya harus menginfeksi ikan sebagai inang definitif, infeksi berat dapat mematikan 30-100% dalam tempo hanya beberapa minggu; terutama sebagai akibat infeksi sekunder oleh bakteri dan cendawan.
-    Beberapa faktor terjadinya ledakan infeksi yaitu spesies ikan, malnutrisi, bahan organik yang tinggi dan fluktuasi parameter kualitas air terutama suhu.

C. Gejala Klinis :
-     Nafsu makan pada ikan akan menurun, lemah, tubuh ikan berwarna gelap, pertumbuhan menjadi terhambat, dan produksi lendir berlebih.
-     Peradangan pada kulit disertai warna kemerahan pada lokasi penempelan cacing.
-    Menggosok-gosokkan badannya pada benda disekitarnya.
  
D.  Diagnosa :
-     Pengamatan secara visual terhadap tingkah laku dan gejala klinis yang timbul  

. Pengendalian :
-    Kualitas air kolam budidaya perlu diperhatikan.
-    Pemberian   unsur    immunostimulan pada ikan (misalnya penambahan vitamin C pada pakan) secara rutin selama pemeliharaan.
-    Mengurangi kadar bahan organik terlarut dan/atau meningkatkan   frekwensi pergantian air lama dengan air baru.
-    pengobatan dapat dilakukan dengan beberapa jenis desinfektan, antara lain:
 a. Perendaman dalam larutan garam dapur pada konsentrasi 500-10.000 mg/liter (tergantung jenis dan umur ikan) selama 24 jam;
b.    Perendaman dalam larutan Kalium Permanganate (PK) pada dosis 4 mg/literselama 12 jam.