Minggu, 26 Februari 2017

Budidaya Pembesaran Ikan Kerapu Lumpur

Ikan Kerapu Lumpur (Epinephelus coioides) merupakan jenis ikan air laut yang dijadikan sebagai ikan konsumsi.
ciri-ciri ikan ini dapat dilihat dari warna tubuhnya yaitu pada bagian tubuhnya dipenuhi oleh bintik-bintik kasar berwarna kecokelatan atau berwarna kemerahan.

Klasifikasi Ikan Kerapu Lumpur :
Famili : Serranidae
Spesies : Epinephelus coioides

perkembangan dan pertumbuhan :
ikan kerapu lumpur bersipat protogony hermaphrodite kerapu lumpur pada usia kurang dari 3 tahun berkelamin betina dan sesudah ikan kerapu berumur 4 tahun maka jenis kelamin ini berubah menjadi jantan.

tempat budidaya
tempat budidaya ikan kerapu lumpur ini yaitu KJA (Keramba Jaring Apung) berukuran 7 m  x 7 m dengan panjang jaring berukuran  3 m x 3 m.
ikan kerapu lumpur dapat hidup dan berkembang baik pada kondisi dengan kadar garam 15 - 30 ppt, suhu 24-31 derajat celcius, kadar oksigen 4,9 - 9,3 mg/l.

Benih
Benih ikan dapat diperoleh dari alam atau dari Hatchery. Padat tebar benih yang berukuran 5 - 10 gram ditebar dengan kepadatan 75 ekor/M3, benih berukuran 20 - 25 gr ditebar dengan kepadatan 50 ekor/m3. Untuk benih berukuran 150 - 200 gr kepadatan benih menjadi 40 ekor/M3.

Pakan
Ikan Kerapu lumpur termasuk jenis ikan Carnivora (pemakan daging) pakan yang diberikan berupa ikan rucah dengan dosis 8% dari bobot badan per hari. kemudian dosis pemberian pakan diturunkan menjadi 5 % dari berat badan setelah ukuran menjadi 300 g/ekor. Ikan Kerapu ini juga dapat dilatih dengan diberikan pakan buatan yang diberikan 4 - 2% dari berat badan per hari.

Panen
Pemanenan dapat dilakukan setelah ikan kerapu mencapai bobot 600 - 800 gram, jangka waktu pemeliharaan selama 6 - 8 bulan.