Kamis, 12 Januari 2017

Saprolegniasis

A.  Penyebab : Saprolegnia spp. dan Achlya spp.

B.  Karakteristik Patogen :
       -   Ciri memiliki hifa yang begitu panjang dan tidak  bersepta, hidup pada lingkungan  air tawar tetapi ada             yang bisa   hidup pada salinitas 3 promil.
-       Tumbuh optimum pada temperatur  air  18-26 oC.     Reproduksi secara aseksual, melalui hifa  Fertile untuk memprodusi spora infektif.
-        Menginfeksi semua jenis ikan yang hidup di air tawar termasuk menginfeksi telurnya.
-       Pemicu patogenisitas cendawan ini antara lain:   
    adanya luka pada tubuh, malnutrisi, suhu & kandungan oksigen yang rendah, bahan organik yang tinggi, kualitas telur buruk/infertil dan/atau kepadatan ikan/telur tinggi.
-       Serangan bersifat kronis hingga akut, dapat  mengakibatkan kematian ikan mencapai 100%.

    C.      Gejala Klinis :
-        benang-benang halus pada tubuh  ikan yang menyerupai kapas yang menempel pada telur atau luka pada bagian eksternal tubuh ikan.
-         Miselia (kumpulan hifa) berwarna putih atau berwarna putih kecoklatan 

    C.      Pengendalian :
-       Hindari terjadinya stress pada ikan
-       Mempertahankan suhu air kolam   28oC   dan/atau melakukan pergantian air baru yang lebih sering.
- Menjaga stamina dan meningkatkan ketahanan tubuh ikan melalui imunostimulasi (mis.Penambahan vitamin C pada pakan)

Pengobatan  ikan dapat dilakukan dengan cara
         Perendaman dengan:
§   Kalium Permanganate (PK) dengan dosis 1 gram/100 liter air selama 90 menit;
§   Garam dapur pada konsentrasi 1-10 gr/liter (tergantung spesies dan ukuran) selama 10-60 menit;
-       Pengobatan ikan secara herbal dapat  menggunakan daun Randa Nunut (Drymaria cortada) dengan cara: mencampur 5-10 lembar remasan daun segar dengan air, kemudian peras airnya dan larutkan kedalam 30 liter air. Gunakan larutan tersebut untuk merendam ikan yang sakit selama 60 menit.