Rabu, 04 Januari 2017

Enteric Septicemia of Catfish (ESC)

Enteric Septicemia of Catfish (ESC)
A.  Penyebab : Edwarsiella ictaluri
B.  Karakteristik patogen :
- Edwardsiella ictaluri berbentuk seperti batang, dan bersifat gram negatif, Edwardsiella ictaluri bergerak dengan bantuan flagella, tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat fakultatif anaerob;
    -  Bakteri ini awalnya diketahui menginfeksi ikan cannel catfishnamun belakangan 
        diketahui  dapat menginfeksi jenis ikan lainnya seperti: lele, patin, dan sidat.
- Secara percobaan, beberapa jenis ikan seperti trout, nila, salmon dan ikan hias juga dapat terinfeksi jenis bakteri ini;
-    Penularan penyakit dapat secara horizontal yaitu kontak antara inang satu dengan inang lainnya atau melalui air pada media budidaya;
-    Kasus ESC umumnya terjadi pada saat temperature air relatif hangat yaitu sekitar 22-28 0C, namun pada saat suhu air dibawah 20oC atau di atas 30oC, keganasan bakteri ini sangat menurun.

C.  Gejala Klinis
-    Kondisi fisik ikan akan menjadi lemah, hilangnya nafsu makan, warna insang menjadi pucat,   terkadang kondisi mata ikan akan  menonjol dan/atau perut bengkak (dropsy);
-    Sering  pula ditemukan adanya petechiae (bintik-bintik merah) pada bagian tubuh yang tidak berpigmen (di bawah dagu, perut atau di pangkal sirip);
-    Ikan sering  berenang di permukaan air atau di tepi kolam dengan posisi kepala mengarah keatas, can bernafas megap-megap;
   -  Sebelum mati,  biasanya ikan berenang seperti kejang dan/atau berenang berputar seperti spiral;
-     Terdapat bercak-bercak putih pada organ dalam (hati, limfa, ginjal).

D.  Diagnosa :
-    Isolasi dan identifikasi bakteri melalui uji bio-kimia;
-    Deteksi gen bakteri melalui teknik polymerase chain reaction(PCR);

E. Pengendalian :
-    Melakukan Vaksinasi anti Edwardsiella ictaluri;
-    Desinfeksi dan pembersihan sarana budidaya sebelum dan selama proses pemeliharaan ikan;
-    Melakukan pemberian  unsur    immunostimulan (misalnya penambahan vitamin C pada pakan) secara rutin selama pemeliharaan;
-    Hindari terjadinya stress pada ikan (fisik, kimia,biologi);
   -    Kualitas air perlu diperbaiki secara keseluruhan, terutama mengurangi kadar bahan organic      
         yang terlarut dan/atau meningkatkan frekuensi penggantian air lama dengan air baru;
-     Pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan,lingkungandanpatogen).