Selasa, 03 Januari 2017

Bacterial Fin/Tail Rot/Pseudomoniasis

Bacterial Fin/Tail Rot/Pseudomoniasis

A.  Penyebab : Pseudomonas spp.
B.  Karakteristik patogen :
-    Bakteri tergolong kepada bakteri gram negatif dan non-spora. Bakteri bersifat aerobik, dengan ukuran 3 µm x 0,5 µm, motil, memproduksi pigmen fluorescent, dan bakteri berkembangbiak di tanah dan air;
-    Penyakit  pseudomoniasis  ini merupakan  penyakit bakterial yang sering terjadi  pada semua umur dan  jenis ikan, baik ikan air tawar maupun air laut;
-     Pseudomonas ini merupakan agen penyakit yang berbahaya terutama pada ikan air tawar serta dapat berakibat kematian yang tinggi karena penyakit ini menular dalam waktu cepat bila kondisi perairan memungkinkan;
-     Penyebaran penyakit  pseudomoniasis adalah melaui kontak langsung dengan ikan yang terkena penyakit atau dengan lingkungan yang tercemar; 
- Serangan penyakit ini bisa terjadi bila ikan stress atau lemah akibat lapar, pakan tidak cocok, dingin, atau kondisi air tidak baik.

C.  Gejala Klinis :
-    Ikan menjadi lemah, gerakan menjadi lambat, ikan bernafas megap-megap di permukaan air;
-    Insang ikan berwarna pucat dan warna tubuhnya berubah menjadi hitam gelap;
-    terdapat bercak-bercak merah pada bagian luar tubuh ikan dan kerusakan pada sirip,insang dan kulit;
-    Lendir berlebihan pada permukaan tubuh ikan, kemudian timbul perdarahan;
-    Pada bagian sirip dan ekor rontok (membusuk);
-    terjadi perdarahan, perut ikan menjadi kembung atau dikenal dengan dropsy.

D.  Diagnosa :
-    Isolasi dan identifikasi bakteri melalui uji bio-kimia.

E. Pengendalian :
-              Sarana budidaya didesinfeksi sebelum dan selama pemeliharaan ikan;
-    Melakukan pemberian  unsur    immunostimulan (misalnya penambahan vitamin C pada pakan) secara rutin selama pemeliharaan;
-    Terjadinya stress pada ikan perlu dihindari  (fisik,kimia,biologi);
-    Kualitas air perlu diperbaiki secara keseluruhan, terutama mengurangi kadar bahan organik terlarut dan/atau meningkatkan frekuensi penggantian air lama diganti dengan air baru;
-    Kesehatan ikan  dan lingkungan perlu dikelola secara terpadu (ikan, lingkungan dan patogen);
-    Mengurangi pemberian pakan dan jumlah ikan dalam kolam;

-    Ikan direndam dalam larutan PK 20 mg/liter selama  30 menit.