Kamis, 08 Desember 2016

Penyakit Koi Herpes Virus (KHV)

Penyakit Koi Herpes Virus (KHV)

A.  Penyebab : cyprinid herpesvirus-3 atau CyHV-3
B.  Karakteristik patogen :
-     Virus DNA, virus merupakan penyebab utama kematian masal pada jenis ikan mas  dan ikan koi -   Virus ini hanya menginfeksi ikan mas dan koi.
-     Penyakit  KHV ini  tidak menular ke manusia yang menkonsumsi atau kontak dengan ikan terinfeksi KHV (tidak zoonosis).
-     Sangat virulen, masa inkubasi virus yaitu selama 1 s.d 7 hari dengan kematian mencapai 100%.
-     Virus ini dapat berkembang pada tubuh ikan dipicu oleh kondisi lingkungan perairan  yang buruk, terutama kualitas air yang tidak diperhatikan dengan  suhu air < 260 C.
-     Penularan penyakit KHV terjadi  melalui kontak antar ikan, air/lumpur & peralatan perikanan yang terkontaminasi, media lain : sarana alat angkut, manusia, dll.
- Ikan yang bertahan hidup terhadap penyakit ini (survivors) dapat berlaku sebagai pembawa (carriers) atau menjadi kebal terhadap penyakit KHV, namun ikan ini tetap akan  berpeluang sebagai pembawa penyakit. 
-     Kekebalan ikan mas dan koi terhadap penyakit KHV tidak ditransfer/diturunkan kepada keketurunannya.
-    Diagnosa definitif dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR). 

C. Gejala Klinis :
-    Nafsu makan ikan yang terserang penyakit KHV akan  menurun
-    Ikan megap-megap di atas permukaan Air.
-    Insang ikan menjadi berwarna  pucat dan terdapat bercak  putih (white patch), akhirnya rusak dan membusuk.
-    Kulit ikan akan melepuh (ikan koi).
-    Diikuti oleh infeksi sekunder oleh parasit, bakteri dan/atau
    jamur.
-              Kematian masal ikan bisa terjadi dalam waktu 24–48 jam. 



D. Pengendalian :
-    Pemberian vaksinasi anti-KHV dan/atau pemberian unsur imunostimulan pada ikan;
-    Membudidaya ikan dengan system polikultur.
-    Desinfeksi  ikan sebelum/selama     proses produksi;
-    Mengurangi padat tebar yang terlalu tinggi dan hindari    stress pada ikan;
-    Menerapkan pola manajemen kesehatan ikan yang terintegrasi dengan baik;
-    Memilih Ikan yang dibudidayakan bebas dari KHV & karantina (biosecurity);
-    Pengobatan dilakukan secara herbal dapat menggunakan     Bawang putih (Allium sativum L) seperti pada pengendalian Trichodiniasis.