Jumat, 16 Desember 2016

Columnaris Disease (penyakit bakterial)


Columnaris Disease

A.  Penyebab :               Flavobacterium columnare          atau  Fexibacterium columnare

B.  Karakteristik patogen:

-    Bakteri ini berbentuk bakteri gram negatif, bentuk batang kecil, bergerak dengan cara meluncur,  terdapat  dan hidup di air tawar.

-    Bakteri ini memiliki sipat berkelompok membentuk kumpulan seperti column.

-    Infeksi bakteri  pada ikan umumnya berkaitan dengan kondisi stress akibat:  perubahan temperatur air yang ekstrim dan kualitas air yang  buruk pada kolam.

Serangan bakteri sering terjadi pada kelompok ikan setelah transportasi.



C. Gejala klinis :

-     terdapat luka pada sekitar mulut, kepala, badan atau sirip ikan. Luka pada ikan berwarna putih kecoklatan kemudian berkembang menjadi borok.

   -     Adanya Infeksi di sekitar mulut ikan, infeksi tersebut terlihat seperti diselaputi benang (thread-like)      
         sehingga sering  disebut dengan  penyakit “jamurmulut”.

-     Di sekeliling luka yang terserang  tertutup oleh pigmen berwarna kuning cerah.

-     Apabila menginfeksi insang ikan, akan terjadi kerusakan yang dimulai dari ujung filamen insang dan merambat ke bagian pangkal, akhirnya filament membusuk dan rontok (gillrot).



D.  Diagnosa :

-  dengan cara pengamatan preparat tetes gantung dengan cara mikroskopis (400x) untuk melihat adanya kolom bakteri pada organ target infeksi.

-    Isolasi dan identifikasi melalui uji bio-kimia.



E. Pengendalian :

-    Sarana budidaya yang digunakan didesinfeksi sebelum dan selama proses pemeliharaan ikan di kolam;

-    Melakukan pemberian unsur immunostimulan yaitu dengan penambahan vitamin C pada pakan secara rutin selama pemeliharaan ikan di kolam;

-    Menghindari terjadinya stress pada ikan  (fisik, kimia,biologi);
-   melakukan perendaman dengan garam dapur 0,5% atau kalium permanganat 5 mg/liter selama 1 hari;
-    melakukan perbaikan kualitas air kolam  secara keseluruhan, terutama mengurangi kadar bahan organic terlarut dan/atau meningkatkan frekuensi penggantian air baru;
-  Melakukan pengelolaan kesehatan ikan secara terpadu (ikan,  lingkungan dan pathogen).
- Benzalkoniumchloride pada dosis 18-20 mg/liter melalui perendaman selama 2-3 hari
- Ikan yang sakit bisa dilakukan pengobatan secara herbal dengan menggunakan tanaman :

  1.  Kelembak (Rheum officinale L.)
       pengobatan dilakukan dengan cara mencacah 1 Kg daun kelembak  sampai halus lalu dicampur kedalam air  20 liter, gunakan air tersebut untuk merendam ikan yang sakit dalam waktu 6-12 jam.  Atau dapat juga dengan mencacah 20 kg daun, kemudian dicampurkan kedalam 20 Liter air untuk disebarkan pada  kolam budidaya dengan luas  kolam seluas 1/5 ha.

2. Kucing - kucingan/Antingan (Acalypha indica L.)
                Cara pengobatan yaitu tanaman kucing-kucingan dicacah sampai halus 125-500 g daun kering atau 2kg daun segar kemudian  dicampurkan hasil cacahan tanaman tersebut kedalam pakan ikan untuk 100kg ikan dengan pemberian 3 kali sehari selama 3 hari.