Selasa, 01 November 2016

Penyakit Koi Herpes Virus (KHV)

Penyakit Koi Herpes Virus (KHV)

Penyebab : cyprinid herpesvirus-3 atau CyHV-3

Karakteristik patogen :
-    Virus yang merupakan penyebab utama kematian masal pada jenis ikan mas  dan koi 
-    Virus ini dapat berkembang dipicu oleh kondisi lingkungan yang buruk, terutama kualitas air yang tidak diperhatikan dengan  suhu air < 260 C.
-    Virus ini hanya menginfeksi pada ikan mas dan koi saja.
-  Penyakit ikan ini tidak menular ke manusia yang menkonsumsinya atau kontak dengan ikan terinfeksi KHV (tidak zoonosis).
-    Penularan penyakit terjadi  melalui kontak antar ikan, air/lumpur & peralatan perikanan yang terkontaminasi, media lain : sarana alat angkut, manusia, dll.
-    Ikan yang bertahan hidup terhadap penyakit KHV (survivors) dapat berlaku sebagai pembawa (carriers) atau menjadi kebal terhadap penyakit KHV, namun ikan ini tetap akan  berpeluang sebagai carriers.
-    Sangat virulen, masa inkubasi virus yaitu selama 1 - 7 hari dengan kematian mencapai 100%.
-    Kekebalan ikan terhadap penyakit KHV tidak ditransfer/diturunkan kepada keketurunannya.
-    Diagnosa definitif dengan teknik Polymerase Chain Reaction (PCR).

Gejala Klinis :
-    Ikan megap-megap di atas permukaan Air.
-    Kematian masal ikan bisa terjadi dalam waktu 24–48 jam.
-    Insang ikan menjadi berwarna  pucat dan terdapat bercak putih (white patch), akhirnya rusak dan membusuk.
-    Kulit ikan akan melepuh (ikan koi).
-    Nafsu makan ikan yang terserang penyakit akan  menurun
-    Diikuti oleh infeksi sekunder oleh parasit, bakteri dan/atau jamur.


 Pengendalian :
-    Pemberian vaksinasi anti-KHV dan/atau pemberian unsur imunostimulan;
-    Memilih Ikan yang dibudidayakan bebas dari KHV & karantina (biosecurity);
-    Mengurangi padat tebar yang terlalu tinggi dan hindari stress pada ikan;
-    Membudidaya ikan dengan system polikultur.
-    Desinfeksi  ikan sebelum/selama  proses produksi budidaya ikan;
-    Menerapkan pola manajemen kesehatan ikan yang terintegrasi dengan baik;
-    Pengobatan dilakukan secara herbal dapat menggunakan  Bawang putih (Allium sativum L) seperti pada pengendalian Trichodiniasis.