Jumat, 09 September 2016

Pembenihan dan pembesaran Ikan Baung

IKAN BAUNG

Baung merupakan ikan asli yang berada di perairan umum Indonesa. Ikan Baung hidup di sungai, danau, dan waduk di kalimantan, sumatera dan jawa. Baung memiliki nama lokal yang banyak. seperti singal, sengal, sengah (jawa barat), tengah (jawa), Niken, Siken, tiken, bato, baung putih, kendinya (kalimantan tengah), Baung, dan Duri (sumatera).
Klasifikasi ikan Baung :
Filum : Chordata
Kelas : Osteichthyes
Subkelas: Actinopterygii
Ordo : Siluriformes
Famili: Bagridae
Genus: Hemibagrus
Spesies : Hemibagrus Nemurus (Sinonim :Mystus nemurus, Macrones nemurus)
Nama asing : tropical catfish, green catfish, river catfish


Pembenihan Ikan Baung

Pengadaan Induk : induk yang dipilih harus bersih, berwarna mulus, sehat, tidak cacat, tidak pucat dan bergerak aktif atau lincah. Pemijahan ikan baung dilakukan dengan cara kawin suntik. Induk ikan yang hendak disuntik harus telah matang gonad dan baik. Berikut ciri-ciri induk baung yang telah matang gonad : untuk induk betina berat induk min 300 g/ekor, umur min 1 th, bila matang telur, perut bagian belakang mengembung dan permukaan kulit sangat lembut, bila dipijat dari arah perut ke anus akan mengeluarkan telur, gerakan ikan lamban, alat genital berbentuk bulat dan berwarna kemerah-merahan, kondisi sehat dan tidak cacat. Sedangkan untuk induk jantan : berat min 300 g/ekor , umur min 1 tahun, lubang genital memanjang dan meruncing kearah caudal dan bagian ujungnya berwarna merah, bentuk badan agak langsing, induk menjadi galak dan lincah, induk dalam kondisi sehat dan tidak cacat.
Pemijahan ikan baung dilakukan secara buatan dengan cara menyuntikan hormon dari kelenjar hipofisa atau dengan menggunakan hormon sintetis yang mengandung HCG.Tahapan pemijahan secara buatan :
1. Pengeluaran telur, induk yang telah disuntik tidak dapat memijah secara alami, sehingga perlu dilakukan pemijatan(stripping) untuk mengeluarkan telur.
2.Pengeluaran sperma, untuk mendapatkan sperma, ikan baung dimatikan dengan cara dipotong persis dibelakang sirip dada. kantong sperma dari tubuh baung jantan diambil untuk selanjutnya dicampur dengan telur ikan baung.
3. Pembuahan, sperma dan telur ikan baung dicampur dengan sodium 0,90% dan diaduk perlahan dengan menggunakan bulu ayam. pembuahan berlangsung cepat karena sperma baung hanya aktif bergerak dan mampu hidup sekitar 3 menit setelah terkena air.
4. Penetasan telur dan pemeliharaan larva, penetasan telur bisa dilakukan pada bak, akuarium. telur disebarkan secara merata dan jangan sampai telur menumpuk. 20 - 36 jam telur akan menetas setelah pembuahan.

Pembesaran
Pembesaran ikan ini  dapat dilakukan di kolam, keramba, KJA, Hampang dan tambak. pembesaran ikan di kolam, sebelum ikan dipelihara kolam perlu dikeringkan dahulu dan diberi kapur dengan dosis 150-200 kg/ha, kemudian diberi pupuk oraganik sebanyak 300-1.000 kg/ha. pupuk urea dan TSP juga diberikan dengan dosis sebanyak 50 kg/ha. ikan baung diberi pakan pelet, yang mengandung protein 28-32%, sebanyak 4-5% bobot badan per hari. pemeliharaan ikan di kolam dilakukan selama 4-6 bulan tergantung dari ukuran benih yang ditebar.

Kriteria Kualitas Air untuk budidaya ikan baung :
  • Suhu (0​C)  : Nilai Batas 20 - 30, nilai optimal 25 -29
  • pH : nilai batas 6-9, nilai optimal 7-8,5
  • Oksigen terlarut (mg/l) : nilai batas  3-9, nilai optimal 4-7
  • Karbondioksida (mg/l) : nilai batas 5-15, nilai optimal <5 li="">
  • Amonia (mg/l) : nilai batas 1, nilai optimal <0 li="">
  • Nitrit (mg/l)  : Nilai batas 0,1, nilai optimal <0 li="">
  • Asam belerang (mg/l) : nilai batas 0,1, nilai optimal <0 li="">
  • Kecerahan (CM) : nilai batas 30 - 50 nilai optimum 25-45