Sabtu, 11 April 2015

Rawa dalam kaitannya dengan biota air yang ada

Rawa.

Rawa adalah berupa areal lahan rendah yang senantiasa memiliki kepekaan tergenang air pada kurun waktu tertentu maupun sepanjang tahun.

air rawa bersumber dari  air hujan,  air luapan akibat rambatan pasang air laut dan air luapan banjir di bagian hulu.  Berdasarkan sumber airnya,  rawa dibedakan menjadi dua tipe yaitu rawa pasang surut dan nonpasang surut. 

Pengertian dari Rawa pasang surut adalah areal lahan rendah yang badan airnya dipengaruh oleh gerakan pasang surut air laut.  Badan air rawa pasang surut berhubungan langsung dengan sungai sehingga tingat keasamannya air rawa akan berkurang.  Kondisi habitatnya relatif subur sehingga banyak  dihuni oleh  biota air.  Komposisi jenis biota air yang menghuni daerah rawa ini didominasi oleh ikan sungai. Badan air bergerak sesuai dengan gerakan pasang surut air laut.  Hal ini membuka kemungkinan untuk menerapkan metode pemeliharaan ikan di sungai,  yaitu metode sangkar dan kolam pasang surut.

rawa nonpasang surut atau juga disebut lebak merupakan lahan rendah yang memiliki kepekaan genangan air yang berasal dan curah hujan atau luapan banjir di hulu.  Rawa nonpasang surut memiliki badan air yang stabil dan tingkat keasaman airnya masih tinggi sehingga hanya sedikit organisme yang tahan terhadap keasaman tinggi saja yang dapat hidup dan berkembang biak.  Dengan kata lain,  badan air rawa non pasang surut relatif kurus.  Populasi biota rawa didominasi ikan rawa,  yaitu jenis ikan yang tahan dan mempunyai toleransi terhadap keasaman dan kandungan oksigen rendah misalnya sepat,  lele,  gabus,  toman,  tambakan,  gurami,  dan betok.  Metode pemeliharaan yang dapat diterapkan adalah kolam tadah hujan (rainfed pond)  dan sawah tambak