Teknik pemijahan ikan mas secara buatan dengan menggunakan sistem hipofisasi

Hipofisasi adalah teknik perangsangan pemijahan ikan dengan cara menyuntikkan ekstrak kelenjar hipofisa ke induk ikan yang akan dipijahkan.

Ukuran kelenjar hipofisa seukuran dengan sebutir kacang hijau yang terletak di bawah otak kecil.  Teknik pemijahan ini diutamakan untuk induk betina sedangkan untuk induk jantan tidak terlalu memerlukan rangsangan untuk memijah

Saat ini kelenjar hipofisa bisa juga digantikan dengan hormon gonadotropin yang sudah banyak dijual di pasaran dengan berbagai jenis merek seperti ovaprim

Pada dasarnya pemijahan secara hipofisa ini harus memenuhi ketentuan dan tujuan yaitu teknik pemijahan hipofisasi dilakukan jika pemijahan secara alami sulit dilakukan

Tujuan teknik hipofisasi adalah
Untuk mempercepat terjadinya proses pemijahan, meyakinkan terjadinya pemijahan sehingga resiko induk tidak memijah semakin berkurang, untuk merencanakan terjadinya proses pemijahan yang sesuai dengan waktu yang dikehendaki misalnya pagi, siang atau sore hari 

kegiatan penyuntikan induk ikan mas dilakukan satu sampai dua kali dengan dosis 1 sampai 1,5 . 1 dosis adalah berat ikan donor yaitu ikan yang diambil kelenjar hipofisa nya sama dengan berat ikan yang akan disuntik yaitu disebut ikan resifien. Dosis 1,5 artinya 1 kg ikan recipient memerlukan satu setengah kilogram ikan donor syarat donor yang akan diambil kelenjar hipofisa nya harus sudah matang kelamin hapa tempat pemijahan harus dipersiapkan untuk memasukkan induk yang matang kelamin dan yang telah disuntik. proses pemijahan terjadi 6 sampai dengan 7 jam setelah penyuntikan setelah itu telur ditetaskan didalam hapa dan induk di pindahkan setelah selesai memijah kemudian telur dirawat dan larva dirawat seperti pemijahan yang dilakukan secara alami




Pengikut

Postingan populer dari blog ini

Ciri-ciri Morfologi ikan gurame

Kekurangan dan kelebihan kolam tanah dan kolam tembok dalam berbudidaya ikan

foto Ikan Nila yang mati akibat kondisi air yang buruk