Hobi Ikan Mania

cari

Jumat, 20 April 2018

Pembesaran Ikan Patin Pada Kolam Tanah

Pada kegiatan usaha pembesaran ikan patin di kolam tanah,  ukuran kolam yang diperlukan untuk pembesaran ikan patin tergantung dari luas lahan yang tersedia.

Berdasarkan pengalaman dari para pembudidaya ikan patin, bentuk ideal untuk kolam pemeliharaan ikan patin berupa kolam tanah adalah empat persegi panjang dengan ukuran luas lebih besar dari 50 m2.

Kedalaman kolam tanah yaitu berkisar antara 0,5 - 1,5 m. Kemiringan dasar kolam dari permukaan kepembuangan yaitu 0,5%, tinggi pematang 1-1,5 M. Pada bagian tengah dasar kolam tanah dibuat parit/kemalir yang memanjang dari arah pemasukan air kearah pengeluaran air (monik).

Ukuran parit/ kemalir   lebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm. Sebelum digunakan untuk pembesaran ikan patin sebaiknya kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 3 – 5 hari. Kemudian kolam diberi kapur sebanyak 50 – 100 g/m2 dengan tujuan untuk menaikkan pH.

 Untuk mempercepat pertumbuhan plankton, maka pada kolam pembesaran ikan patin diberi pupuk dengan menggunakan TSP sebanyak 20 – 30g/m2 atau menggunakan pupuk kandang sebanyak 50 – 100g/m2.

 Setelah semua kegiatan persiapan kolam selesai, kemudian kolam diisi air setinggi 1 m dan didiamkan selama 5 hari.

Rabu, 18 April 2018

Rahasia Sukses Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Rahasia Sukses Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal
KW: Ikan Lele


Ikan lele kian diminati karena rasanya yang nikmat dan harganya yang relatif murah. Para pengusaha kuliner pun kini senantiasa mengikutsertakan ikan lele dalam menu makanannya. Karenanya, para pebisnis ikan lele harus teredukasi dengan baik mengenai budidaya ikan lele.
Merawat dan menjual ikan lele sangat mudah sehingga membuatnya sebagai opsi yang tepat untuk dibudidayakan. Ikan lele dapat dibudidayakan di banyak tempat, antara lain kolam terpal, kolam tembok, tanah, dan drum plastik.
Untuk mengawali pembudidayaan ikan lele, ada baiknya membudidayakan ikan lele di kolam terpal. Selain mudah, harga kolam terpal pun relatif murah. Hasil panen ikan lele juga akan lebih berkualitas menggunakan kolam terpal karena terhindar dari polusi tanah.
Ikan lele memiliki kandungan kesehatan yang baik, ia mengandung mineral, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, vitamin B1 dan B2, dan niacin. Murah bukan berarti tidak bagus, kan?
Nah, untuk mengetahui langkah pembudidayaan ikan lele di kolam terpal, simak penjelasan di bawah ini.
Pertama-tama, pastikan kolam terpal bersih. Bersihkan menggunakan sabun agar bau lem dan zat kimia yang sebelumnya menempel hilang. Keringkan kolam terpal dan diamkan selama satu hari penuh tanpa air, keesokan harinya, isi kolam terpal dengan air setinggi 20 hingga 30 cm. Diamkan air selama 7 hingga 10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton.
Kemudian Anda dapat menambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80 hingga 90 cm. Setelah air dipastikan siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya atau daun singkong. Hal ini bertujuan untuk mengurangi bau air kolam ketika terjadi penguapan. Setelah itu Anda wajib menambahkan air kolam setinggi 5 cm dari sebelumnya.
Selanjutnya untuk budidaya ikan lele, pastikan benih ikan lele yang dipilih memiliki ukuran sekitar 5 hingga 7 cm, usahakan seragam. Setelah kolam terpal dan benih sudah disiapkan, maka langkah setelahnya adalah menebar benih ke kolam.
Namun, sebelum menebar benih ke kolam, Anda harus melalui proses pemupukan benih ikan lele, caranya adalah:
1.      Siapkan pupuk kandang, lalu masukkan pupuk ke dalam karung dan bagi pupuk menjadi dua bagian,
2.      Letakkan kedua karung ke dalam kolam, entah di pinggir atau di tengah kolam. Karung tersebut akan bergerak mengambang bebas di permukaan kolam,
3.      Seminggu kemudian, tarik dan celup karung berulang kali seperti membuat teh, lalu angkat kedua karung tersebut. Hal ini bertujuan agar pupuk terserap total oleh air.
Setelahnya barulah tebar benih ikan lele. Penebaran benih ikan lele yang baik adalah pagi hari atau sore hari karena tidak terkena kontak langsung dengan sinar matahari. Kondisi air yang panas karena matahari akan mengakibatkan benih ikan lele cepat mati.
Nah, setelah berhasil, ada dua hal yang wajib diperhatikan setelah budidaya ikan lele, yaitu pemeliharaan. Dua aspek penting dalam memelihara ikan lele adalah pengelolaan air serta pakan lele. Pakan lele berupa pelet, keong mas, plankton, cacing, dan sebagainya. Jangan beri lele pakan ketika hujan karena dapat mencemari makanan.

Senin, 16 April 2018

Takut Mahal? Coba Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Saja

Takut Mahal? Coba Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Saja
KW: Ikan Gurame



Ikan gurame dikenal dengan harga yang mahal dan diminati oleh masyarakat sebagai makanan. Umumnya, ikan gurame dibudidayakan di tempat yang luas serta memiliki air mengalir dalam jumlah yang cukup banyak. Oleh karena itu, usaha gurame dipandang sebagai sebuah usaha yang membutuhkan modal besar. Padahal usaha budidaya gurame dapat dijalankan tanpa modal yang besar.
Pada dasarnya, budidaya ikan gurame sama saja dengan budidaya ikan-ikan lainnya, yang dibutuhkan adalah air yang memadai. Budidaya ikan gurame pun dapat dilakukan di kolam terpal.
Adapun keunggulan-keunggulan kolam terpal dalam membudidayakan ikan gurame adalah:
1.      Kemudahan pembangunan kolam terpal.
2.      Kemudahan pembersihan kolam terpal dan fleksibilitasnya.
3.      Pengontrolan ikan dapat dilakukan secara intensif.
4.      Sanitasi air dan sirkulasi air dapat diatur.
5.      Tingkat kematian ikan relatif rendah.
6.      Pertumbuhan ikan gurame dapat dipercepat karena pengontrolan yang lebih mudah.
7.      Serangan penyakit dapat lebih mudah diatasi.
8.      Hasil panen ikan gurame tidak berbau lumpur.
9.      Pembuatan kolam lebih murah.
Nah, setelah mengetahui keunggulan-keunggulan membudidayakan ikan gurame di kolam terpal, tentunya Anda tertarik untuk mencobanya bukan?
Berikut adalah hal-hal dan langkah-langkah yang dapat Anda tempuh untuk budidaya ikan gurame di kolam terpal:
1.      Menentukan Jenis Kolam Terpal
Ada empat jenis kolam terpal, yaitu: berkerangka bambu, kayu, pipa ledeng, atau besi. Kedua, berdinding batako atau batu bata. Ketiga, berdinding tanah. Keempat, menggunakan beton atau kolam tanah berlapis terpal.
Anda dapat menentukan pemilihan kolam terpal berdasarkan kondisi tempat dan modal yang dimiliki.
2.      Mempersiapkan Kolam Terpal
Tentukan jenis dan ukuran kolam, lalu bersihkan kolam yang sudah dibuat.
3.      Mengisi Kolam Terpal Dengan Air dan Memasukkan Benih Ikan Gurame
Bergantung pada ukuran kolam terpal yang Anda pilih, maka jumlah air pun mengikuti ukuran tersebut. Contohnya, kolam terpal berukuran 4x2x1 meter sebaiknya diisi dengan air setinggi 50 hingga 75 cm. Isi kolam dengan air hingga separuh atau lebih sedikit agar ikan dapat melompat dengan mudah dan menghindari luapan air ketika hujan.
Setelahnya, diamkan selama satu minggu hingga penanaman bibit ikan gurame ke dalam kolam.







4.      Pakan yang Tepat Untuk Benih Ikan Gurame
Agar ikan dapat tumbuh dengan baik, berilah ia makanan yang bernutrisi dan sesuai dengan kebutuhannya, berikan ikan gurame makanan yang memiliki kandungan protein sekitar 25% hingga 30%. Selain makanan pokoknya, beri juga makanan tambahan seperti kangkung, daun ubi jalar, dedak halus, tumbuhan air, kuning telur, dan jagung rebus.
Pastikan pemberian pakan ikan terjadi secara rutin.
5.      Masukkan Tanaman ke Dalam Kolam Terpal
Untuk mengurangi efek suhu yang tinggi dari sinar matahari, masukkan eceng gondok ke dalam kolam secukupnya. Cara lainnya adalah dengan menanam pohon di sekitar kolam yang berfungsi sebagai peneduh.
Demikian adalah cara membudidayakan ikan gurame di kolam terpal. Langkah-langkah perawatan selanjutnya adalah menjaga kebersihan kolam terpal dan menjaga kadar keasaman air bagi kesehatan ikan gurame yang sudah dibudidayakan.


Minggu, 15 April 2018

2 Aspek Penting Dalam Pemeliharaan Ikan Arwana di Akuarium

2 Aspek Penting Dalam Pemeliharaan Ikan Arwana di Akuarium
KW: Ikan Arwana



Dengan harga yang mahal, ikan arwana mampu menarik perhatian banyak orang. Tidak hanya menarik perhatian, ikan arwana mampu membuat para pemelihara ikan hias rela untuk merogoh kantongnya lebih dalam. Tubuhnya yang panjang dan ramping membuatnya terlihat anggun ketika berdansa di dalam akuarium. Membuat yang memandang seolah melupakan beban-beban yang ada.
Karena nilai jualnya yang tinggi, ikan cantik ini menjadi incaran para kolektor ikan untuk dibudidayakan. Sayangnya tidak semua orang berhasil merawat ikan arwana sehingga sering kali mereka gagal dan ikan arwana yang dipelihara pun mati. Ada beberapa hal yang wajib diketahui untuk memelihara ikan arwana di akuarium untuk menjaga masa hidupnya dan kembali menghasilkan keuntungan.
Nah, berikut adalah tips dan trik yang dapat Anda aplikasikan dan bawa pulang ke ikan arwana kesayangan di rumah. Simak penjelasannya di bawah ini.
1.      Akuarium
Ada beberapa aspek dari akuarium untuk ikan arwana yang harus Anda perhatikan, yaitu:
·         Ukuran Akuarium
Ikan arwana memiliki ukuran yang berbeda-beda. Maka dari itu ukuran akuarium untuk ikan arwana pun harus menyesuaikan bentuk tubuhnya, ukuran akuarium ikan arwana minimal tiga kali dari panjang tubuh ikan. Yaitu dari bibir hingga sirip belakangnya. Lebar akuarium 1.5 kali panjang ikan.
·         Air Akuarium
Ikan arwana merupakan ikan air tawar. Pastikan air akuarium bersih karena akan mengandung larutan oksigen yang membuat ikan nyaman berenang dalam akuarium. Air yang sehat berwarna bening dan tidak berbau.
·         Hiasan Akuarium
Tambahkan hiasan yang estetik dan juga fungsional, pastikan ikan arwana yang ada di dalamnya tetap dapat berenang dengan leluasa. Hindari hiasan yang tajam. Beri hiasan seperti benteng, pepohonan, atau rumah-rumahan.
·         Tutup Akuarium
Ikan arwana tergolong ikan yang aktif dan gesit sehingga memiliki potensi untuk lompat ke luar. Maka dari itu, penting untuk memberi tutup di bagian atas akuarium. Pastikan ada celah untuk ruang masuk oksigen.
·         Penempatan Akuarium
Tempatkan akuarium di tempat yang tidak terlalu ramai orang berlalu-lalang, karena ikan arwana membutuhkan suasana yang tenang dan aman dari gangguan. Ikan akan menyesuaikan diri dengan lingkungannya kurang lebih satu minggu.
·         Kebersihan Akuarium
Bersihkan kotoran pada akuarium setiap hari, lakukan perlahan sehingga tidak mengganggu ikan arwana yang aktif ini. Membersihkan kotoran dapat dilakukan dengan penyedot ataupun jaring.
·         Mengganti Air Akuarium
Pastikan untuk mengganti air secara rutin. Air yang jarang diganti mengandung sedimen dan endapan organik sisa-sisa kotoran dan makanan ikan arwana. Ganti air secara bertahap, ganti 20%, lalu 50%.
2.      Ikan Arwana
Selain memperhatikan tempat tinggal ikan arwana, Anda juga perlu memperhatikan ikan arwana yang menjadi pilihan Anda untuk menghuni akuarium tersebut.
·         Perilaku Ikan Arwana
Pastikan ikan arwana sehat dan aktif. Uji dengan memberikan makanan.
·         Memasukkan Ikan ke dalam Akuarium
Untuk menghindari rasa kaget ikan, masukkan air akuarium sedikit demi sedikit.
·         Pakan Ikan Arwana
Beri makan secara berkala. Pertama, satu hari sekali, kemudian sehari dua kali.
Pastikan Anda merawat ikan arwana dan akuarium dengan baik dan hindari sesal di kemudian hari.

Jumat, 13 April 2018

Cara Efektif Pemijahan Ikan Guppy di Akuarium Untuk Hasil yang Memuaskan

Cara Efektif Pemijahan Ikan Guppy di Akuarium Untuk Hasil yang Memuaskan
KW: Ikan Guppy



Ikan guppy adalah satu dari sekian banyak jenis ikan hias air tawar yang digemari dan sedang populer saat ini. Ikan guppy mampu menjadi ikan hias yang populer karena varian bentuk ekor dan warnanya yang memukau.
Ketahanan hidup ikan guppy maksimal 5 tahun, umumnya hanya 1 hingga 2 tahun. Nah, maka dari itu melakukan pemijahan ikan guppy sangatlah penting, terutama dengan cara yang baik dan benar.
Untuk mendapatkan anakan ikan guppy yang berkualitas, pilihkan induk yang berkualitas juga. Faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam memilih induk ikan guppy adalah:
1.      Usia
Kematangan gonad ikan guppy ialah pada usia 3 bulan, namun usia terbaik untuk perkawinan ikan guppy adalah 4 hingga 5 bulan. Ekor, corak, dan warna ikan guppy akan terlihat jelas dan ukuran ikan guppy relatif sudah besar.
2.      Perilaku
Gerak ikan guppy yang lincah dan tanpa kecacatan fisik serta nafsu makan yang bagus menandakan bahwa ikan guppy tersebut memiliki perilaku yang baik.
3.      Fisik
Pilihlah induk dengan ekor besar serta warna atau corak yang Anda sukai.
4.      Gen
Pastikan induk ikan guppy berasal dari keturunan murni, bukan hasil perkawinan silang.
Nah, sebelum melakukan proses pemijahan, pisahkan induk ikan guppy jantan dan betina ke dua tempat berbeda. Pastikan untuk selalu rutin mengganti airnya untuk memastikan induk fit pada waktu pemijahan.
Untuk proses pemijahannya, Anda perlu menyiapkan akuarium yang berisi air bersih, di mana akuarium tersebut sebelumnya telah dilakukan pengendapan air dengan kedalaman kurang lebih 30 cm. Umumnya akuarium berukuran 10x50 cm mampu menampung 30 – 40 ekor ikan guppy. Tambahkan tanaman air untuk proses pemijahan kedua induk jantan dan betina ikan guppy.
Masukkan induk ikan guppy jantan dan induk ikan guppy betina dengan perbandingan 1:3, hal ini akan menghasilkan perkawinan yang lebih efisien. Pertama-tama, masukkan induk betina terlebih dahulu, keesokan harinya barulah masukkan induk jantan. Umumnya proses ini berlangsung 5 – 7 hari. Setelah induk betina mulai terlihat buncit, usahakan untuk memisahkannya ke akuarium lain, khusus untuk menetaskan telur. Karena ikan guppy mengalami penetasan di dalam perut, ikan guppy akan terlihat seperti melahirkan seekor anak ikan. Penting untuk menjaga kebersihan air dan pakan ikan guppy di kala hamil. Kurun waktu hingga keluar umumnya memakan waktu 3 minggu hingga 4 minggu.
Setelah melahirkan anak-anaknya, segera pisahkan anak-anak ikan guppy dari induknya agar tidak dimakan oleh sang induk. Anak-anak ikan guppy mampu bertahan hidup selama 3 – 5 hari dengan mengonsumsi sisa kuning telur di bagian perutnya. Setelahnya, mereka akan mencari makanan sendiri, berikanlah kutu air, daphnia, moina, atau artemia.
Agar anak-anak ikan guppy berkembang secara sempurna, lakukanlah proses pendederan, taruhlah akuarium di daerah yang menerima sinar matahari langsung agar dapat membentuk corak dan warna yang bagus. Tambahkan pula tanaman-tanaman air seperti eceng gondok agar mereka dapat berteduh.
Demikianlah cara efektif pemijahan ikan guppy di akuarium untuk hasil yang memuaskan. Jika dilakukan dengan benar, Anda akan memiliki berbagai macam ikan guppy dengan corak dan warna yang memukau.


Langkah-langkah Serta Perawatan Hasil Pemijahan Ikan Cupang di Akuarium

Langkah-langkah Serta Perawatan Hasil Pemijahan Ikan Cupang di Akuarium
KW: Ikan Cupang





Perairan Indonesia memiliki tidak kurang dari 4.500 jenis ikan hias air tawar dan air laut. Ikan cupang hias atau yang juga dikenal dengan nama Betta Splendens ini sering kali diasosiasikan sebagai ikan murah yang ditemukan di tempat-tempat kotor seperti rawa dan empang.  Padahal, ikan cupang memiliki keunggulan-keunggulan yang tidak dapat dimungkiri.
Dalam satu dekade terakhir saja ikan cupang yang telah banyak berkembang di wilayah Asia Tenggara telah dikenal hingga ke mancanegara. Pasalnya, ikan cupang sangatlah elok dengan siripnya yang memiliki warna unik dan panjang.
Kini ikan cupang sering tampil di ajang-ajang promosi dan pameran ikan hias internasional. Maka dari itu, pemijahan ikan cupang dirasa perlu untuk diedukasikan.
Langkah-Langkah Pemijahan Ikan Cupang
Dalam melakukan pemijahan ikan cupang, hal pertama yang harus dilakukan adalah pemilihan induk ikan cupang. Dapatkan indukan atau bibit berkualitas. Indukan yang berkualitas bisa berarti kondisinya bugar, berasal dari keturunan unggul, dan bebas dari cacat serta penyakit.
Selain itu, pastikan indukan betina dan jantan sudah memasuki fase matang gonad, yaitu siap untuk kawin. Setelah itu, siapkan akuarium kecil, kurang lebih berukuran 30x30x30 cm. Sediakan pula gelas untuk induk ikan cupang betina. Letakkan tumbuh-tumbuhan air seperti kayambang untuk meletakkan busa.
Ikan cupang mampu menghasilkan 1000 butir telur per kawin. Namun umumnya telur-telur yang bertahan dan mampu menetas menjadi larva hanya sekitar 35 – 50 ekor. Telur ikan cupang umumnya menetas setelah 24 jam pembuahan.
Induk jantan mampu dikawinkan sebanyak 8 kali, dengan jarak waktu sekitar 2 minggu hingga 3 minggu. Sedangkan indukan ikan cupang betina baiknya hanya dikawinkan sekali. Karena apabila dikawin lebih dari sekali, induk ikan cupang betina umumnya tidak mampu menghasilkan telur-telur sebaik kawin pertama.
Adapun langkah untuk melakukan pemijahan ikan cupang adalah: 
1.      Mempersiapkan akuarium berukuran kurang lebih 30x30x30 cm yang sudah dibersihkan,
2.      Mengisi akuarium dengan air bersih bervolume 15 – 30 cm,
3.      Memasukkan induk ikan cupang jantan selama kurang lebih 1 hari,
4.      Menutup akuarium dengan penutup yang bebas dari kotoran,
5.      Masukkan induk ikan cupang betina sehari setelah induk ikan cupang jantan,
6.      Ikan cupang jantan dan betina akan kawin secara natural dan telur akan menempel di sarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk ikan cupang jantan,
7.      Biarkan induk ikan cupang jantan dalam akuarium untuk merawat telur hingga menetas dan pindahkan induk ikan cupang betina.
Setelah telur-telur ikan cupang tersebut menetas, beginilah cara untuk merawatnya:
1.      Siapkan akuarium yang lebih besar,
2.      Pindahkan anak-anak ikan cupang beserta induk jantannya,
3.   Beri anak-anak ikan cupang makanan alami berupa kutu air atau cacing sutra, pastikan akuarium tertutup,
4.    Setelah berumur 10 hari, pindahkan ke akuarium yang lebih besar agar pertumbuhannya dapat melesat dengan cepat.
Begitulah cara Anda memilih indukan untuk melakukan pemijahan ikan cupang. Semoga bermanfaat.

Jumat, 06 April 2018

Sifat Biologis Ikan Patin

Ikan patin merupakan jenis ikan air tawar yang bersifat nokturnal (aktivitasnya dilakukan di malam hari) sebagaimana umumnya ikan catfish lainnya. 

Selain itu, ikan patin suka bersembunyi di dalam liang-liang ditepi sungai habitat hidupnya. 

Yang membedakan ikan patin dengan ikan golongan catfish pada umunya : yaitu sifat ikan patin  termasuk omnivora atau golongan ikan pemakan segalanya. 

Di alam, makanan ikan patin antara lain ikan-ikan kecil, cacing, detritus, serangga, biji-bijian, udang-udang kecil, dan moluska. Ikan patin termasuk ikan dasar. Hal ini bisa dilihat dari bentuk mulutnya yang agak ke bawah itu. Habitatnya hidup disungai-sungai dan muara-muara sungai tersebar di Indonesia, India, dan Myanmar.

Daging ikan patin ini sangat gurih dan lezat sehingga terkenal dan sangat digemari oleh masyarakat. Kalau di alam ikan patin berkumpul di tepi-tepi sungai besar pada akhir musim penghujan atau sekitar bulan April sampai Mei. 

Alat yang dipergunakan untuk menangkap ikan patin di alam yaitu seser yaitu semacam jala yang di peregang dengan sepasang bilah bambu. Pengoperasinya dengan cara mendorong atau menyeserkannya ke arah depan. Waktu penangkapannya menjelang fajar.

Minggu, 01 April 2018

Klasifikasi Ikan Patin

Ikan Patin merupakan jenis ikan air tawar dan dijadikan sebagai ikan konsumsi yang memiliki harga jual yang tinggi. 

Klasifikasi ikan patin 

1.    Filum                    :  Chordata
2.    Sub Filum           :  Vertebrata
3.    Kelas                    :  Pisces
4.    Sub Kelas           :  Teleostei
5.    Ordo                     :  Ostariophysi
6.    Sub Ordo             :  Siluroidei
7.    Famili                   :  Schilbeidae
8.    Genus                  :  Pangasius
9.  Spesies                : Pangasius sp
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...