Selasa, 18 April 2017

Hama Ikan (Yuyu / Kepiting)

HAMA IKAN

Predator/pemangsa
Hama adalah organisme yang dapat menimbulkan ganguan pada ikan budidaya secara langsung maupun tidak langsung.

Yuyu atau Kepiting
A.  Karakteristik  :
-    Yuyu (ketam, Saesarma spp.) dan/atau kepiting merupakan predator pada kolam pembenihan dan pendederan ikan, terutama pada usaha budidaya ikan air di perairan tawar. Jenis kepiting yang paling merugikan adalah kepiting sawah Paratelphusa convexa dan kepiting sungai Paratelphusa tridentata.
-    Yuyu dan/atau kepiting memangsa benih ikan  dengan cara menangkap benih  ikan dengan menggunakan dua capitnya.

B.  Pengendalian
-              Perencanaan pembangunan kolam budidaya harus memperhatikan kemungkinan adanya populasi yuyu dan/atau kepiting. Jika 
di daerah yang akan dibangun kolam tersebut memiliki populasi yuyu dan/atau kepiting dalam jumlah besar, maka dari awal sudah direncanakan untuk pembangunan kolam dari bahan tembok atau beton.
-   Yuyu dan/atau kepiting yang ada pada kolam  dapat diikendalikan dengan cara memberantas secara langsung, yakni dengan cara menangkap dan membunuh di luar dan di lubang-lubang pematang dengan menggali lubang dan yang tertangkap langsung dimatikan. Bekas lubang ditimbun dengan tanah atau batu sehingga padat dan rapi kembali.
-  Menaburkan sekam padi ke dalam lubang-lubang yuyu dan/atau kepiting agar keluar dan pindah ke tempat lain.

-  Insektisida dengan bahan aktif temephos dengan dosis 1-2 ppm (1-2 mg/liter) dapat digunakan untuk memberantas yuyu / kepiting.

Jumat, 24 Maret 2017

Tiram

Tiram

Tiram merupakan salah satu jenis dari bivalva yang biasa dimakan oleh masyarakat pantai. hidup di muara dan menempel pada akar-akar bakau, tiang dermaga dan batu karang mati di dasar perairan.

sistematika

Famili : Ostreidea
Spesies : Crassostrea iredalei
Nama dagang : Oysters


Ciri-ciri
Tiram merupakan hewan air yang berumah dua (diosis).

lokasi budidaya
tiram tumbuh baik pada salinitas 24- 30 ppt dengan konsentrasi plankton antara 30 x 10 kubik dan 250 x 10 kubik sel/cc.

wadah budidaya
menggunkan rak, rakit, metode tali rentang (longline) dan metode dasar.
Rak 5 m x 2 m (bambu/kayu)


benih

Benih bisa diperoleh dari alam ataupun dari panti benih.


Panen

panen dilakukan setelah tiram mencapai ukuran sekitar 7 cm (6 bulan)