Hobi Ikan Mania

cari

Kamis, 10 Mei 2018

3 Jenis Ikan Cupang dan Namanya





3 Jenis Ikan Cupang dan Namanya

Ikan cupang merupakan jenis ikan air tawar yang memiliki habitat asli di perairan beberapa negara di Asia Tenggara, seperti Thailand, Brunei Darussalam, Singapura, Indonesia, Vietnam, serta Malaysia. Ikan dengan nama latin Betta sp. ini sering dipelihara karena warnanya yang cantik. Adapun ikan cupang dikelompokkan menjadi 3 jenis.

      1.      Cupang Hias
Merupakan jenis ikan cupang yang paling sering dipelihara di akuarium. Cupang hias ini umumnya memiliki warna yang atraktif, seperti merah, biru, ungu, dan kombinasi warna-warna lainnya.

      2.      Cupang Aduan
Merupakan jenis ikan cupang khusus yang sering disertakan pada lomba adu cupang. Dibandingkan dengan cupang hias, cupang aduan memiliki perawakan yang lebih kokoh—dari mulai leher sampai ekor. Selain itu, gerakan cupang ini juga sangat agresif. Cupang aduan akan segera mengembangkan sirip dan menyerang musuh jika merasa posisinya tidak aman.

      3.      Cupang Liar
Pada dasarnya, semua ikan cupang adalah cupang liar. Hanya proses budidayanya saja yang membuat masing-masing jenis akhirnya berbeda. Cupang liar merupakan jenis cupang yang masih hidup bebas di alam (belum pernah dibudidayakan atau dikawin-silangkan). Pun karena belum terkena campur tangan manusia, corak dan bentuk cupang liar ini masih sangat alami.
Selain jenisnya, cupang juga dikelompokkan menjadi beberapa macam:
-          Halfmoon (setengah bulan), merupakan jenis cupang yang punya sirip dan ekor yang lebar serta simetris, mirip dengan bentuk bulan separuh. Halfmoon pertama kali diternakkan oleh seorang warga Amerika, Petter Goettner, pada tahun 1982 silam.
-          Crowntail, adalah jenis cupang yang ekornya memiliki bentuk menyerupai mahkota. Di Indonesia, cupang ini lebih terkenal dengan nama cupang serit.
-          Double tail, merupakan jenis cupang yang punya ekor ganda (dua buah ekor)
-          Giant alias cupang raksasa dengan ukuran mencapai 12 cm, merupakan hasil kawin silang antara cupang biasa dengan cupang alam
-          Plakat halfmoon, Plakat berasal dari bahasa Thailand yang berarti “tarung”. Sesuai namanya, ikan ini merupakan jenis cupang yang paling sering dilombakan dalam adu cupang.
Nah, itulah jenis ikan cupang yang terkenal dan cukup sering diternakkan di Indonesia. Mana yang paling menjadi favorit Anda?

Rabu, 09 Mei 2018

3 Teknik Perawatan Ikan Cupang Agar Hasilkan Kualitas Warna yang Bagus






3 Teknik Perawatan Ikan Cupang Agar Hasilkan Kualitas Warna yang Bagus

Cupang merupakan salah satu jenis ikan hias yang sangat digemari oleh pencinta satwa. Ciri khas ikan ini adalah postur tubuh yang mini dengan corak tubuh warna-warni. Meski budidayanya tegolong mudah, untuk menghasilkan ikan cupang dengan warna yang cantik dan berkualitas tetap diperlukan teknik dan perawatan khusus, antara lain:

      1.      Kualitas Air
Kualitas air akan sangat berpengaruh terhadap warna dan corak ikan cupang. Pastikan air akuarium atau kolam yang dipakai selalu bersih, bening, dan rutin diganti. Air kolam yang keruh dan kotor akan membuat ikan cupang menjadi kusam. Jika tidak ingin repot mengganti air terus menerus, pakailah filter akuarium sehingga kualitas air tetap terjaga.

      2.      Pakan
Agar ikan cupang tetap memiliki warna yang cerah dan cantik, berikan pakan yang bernutrisi tinggi dan mengandung banyak protein, seperti cacing sutra, jentik nyamuk, kutu air, udang artemia, burayak, atau kuning telur.

Jenis pakan semacam ini dikenal bermanfaat untuk mencerahkan warna dan corak ikan cupang, serta membuat bodi ikan lebih ramping (tak buncit). Namun, pastikan pakan tersebut masih dalam kondisi segar/hidup agar tidak mengganggu kesehatan si cupang sendiri.

       3.      Daun Jati
Sama seperti daun ketapang, daun jati juga sangat bermanfaat untuk menjaga warna ikan cupang agar tetap cerah. Eksekusinya juga cukup mudah. Cukup siapkan wadah berisi air bersih, lalu masukkan daun jati kering yang sudah ditambahkan sedikit garam. Jika memungkinkan, pakailah garam ikan.
Letakkan di tempat yang gelap, dan masukkan ikan cupang ke dalamnya. O ya, untuk sementara pisahkan ikan cupang dari yang lainnya. Biarkan selama 2-3 hari. Jangan lupa beri makan secukupnya. Setelah proses “karantina” selesai, pindahkan ikan ke air tawar yang bersih. Jemur di bawah matahari selama kurang lebih 10-15 menit, dan lihat hasilnya.
Itulah teknik perawatan ikan cupang agar menghasilkan kualitas warna yang bagus. Jika cara di atas diterapkan secara benar, performa ikan cupang Anda juga akan semakin maksimal saat bertarung, lho. Selamat mencoba!

3 Jenis Penyakit pada Ikan Cupang dan Cara Mengobatinya





3 Jenis Penyakit pada Ikan Cupang dan Cara Mengobatinya


Sudahkah mengecek kesehatan ikan cupang peliharaan Anda hari ini? Ya, sama seperti ternak lain, ikan cupang juga rentan terkena gangguan kesehatan, lho. Selain gerak yang tak lagi agresif, indikator lain yang menunjukkan menurunnya kesehatan si cupang adalah warna bodi yang kusam dan sirip yang tidak mengembang lebar seperti biasanya.
Nah, berikut daftar jenis penyakit pada ikan cupang dan cara mengobatinya.

       1.      Mata Bengkak
Mata bengkak (pop eye) merupakan penyakit yang paling sering diderita ikan cupang. Kondisi ini biasanya diakibatkan oleh kualitas air yang kotor. Selain bisa menular ke mata sebelah, saat menderita pop eye, ikan cupang umumnya juga akan malas bergerak, tidak mau makan, sampai warnanya pucat.

Cara mengobatinya cukup mudah. Pindahkan ikan ke wadah yang sudah diisi air bersih, lalu tetesi air dengan antibiotik semacam Ampicillin atau Super Tetra. Tambahkan sedikit garam ikan, dan diamkan selama 2-3 hari sampai sembuh.

      2.      Jamur Kulit
Kualitas air yang buruk juga akan membuat ikan terkena infeksi jamur kulit. Cara mengobatinya tentu saja dengan mengganti air kolam/akuarium secara rutin dan tetesi dengan Methylene Blue dan garam ikan. Diamkan selama 2-3 hari. Jika tidak terlihat perubahan, ulangi langkah yang sama sampai sembuh.

       3.      Busuk Sirip
Jika bagian tepi sirip ikan cupang Anda berwarna gelap/kemerahan tidak normal, bisa jadi ia terkena busuk sirip (fish rot). Penyakit ini juga umumnya diakibatkan oleh kotornya air. Busuk sirip memang tidak mengganggu nafsu makan ikan, tapi memengaruhi corak dan warna pada bodi cupang sendiri. Jika tidak segera ditangani, penyakit ini akan menjalar ke seluruh tubuh.
Cara mencegahnya adalah dengan memindahkan ikan cupang ke wadah berisi air bersih yang sudah ditetesi dengan antibiotik seperti Super Tetra atau Ampicillin, lalu tambahkan sedikit garam ikan. Lama pengobatan biasanya tergantung tingkat keparahan penyakit pada ikan cupang. Makin parah busuk sirip yang diderita, makin lama proses pengobatannya.
Itulah jenis penyakit yang sering terjadi pada ikan cupang beserta cara mengobatinya. Selain rutin mengganti air, perhatikan juga kualitas dan kesegaran pakannya. Semoga bermanfaat untuk Anda yang sedang menekuni hobi beternak ikan cupang, ya!


6 Jenis Pakan Ikan Cupang dengan Kandungan Nutrisi Tinggi



6 Jenis Pakan Ikan Cupang dengan Kandungan Nutrisi Tinggi


Sudahkah Anda memberikan pakan terbaik pada ikan cupang di rumah? Selain sebagai sumber energi dan pertumbuhan, pakan juga sangat memengaruhi performa si ikan itu sendiri, terutama jika ia adalah jenis cupang aduan. Nah, berikut ada beberapa jenis pakan ikan cupang yang diketahui memiliki nutrisi tinggi.

      1.      Artemia
Artemia merupakan embrio udang “primitif” yang terbentuk lewat proses metamorfosis saat berenang di lautan. Habitan artemia adalah di air asin, maka untuk mencegah kematian ikan cupang, cuci dulu sampai kadar garamnya turun sebelum menjadikannya sebagai pakan.

       2.      Jentik Nyamuk
Jentik nyamuk dikenal sebagai pakan bernutrisi tinggi yang sangat baik dikonsumsi oleh ikan cupang. Tidak hanya mempercepat proses pertumbuhan, zat tertentu yang terkandung dalam jentik nyamuk juga dipercaya mampu memberikan corak warna yang lebih bagus pada ikan cupang. Ingat, hanya berikan jentik nyamuk yang masih berbentuk larva agar tidak membahayakan kesehatan si cupang sendiri.

      3.      Kutu Air
Kutu air mengandung protein yang sangat baik untuk pertumbuhan dan performa ikan cupang. Selain itu, pakan ini juga sangat mudah dicerna oleh anakan ikan cupang. Biasanya pedagang ikan menyediakan kutu air sebagai pakan. Jika susah mencari, Anda juga bisa menernaknya sendiri.

      4.      Cacing Sutra
Cacing sutra dikenal sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan dan membentuk bodi ikan cupang menjadi lebih sempurna. Selain teksturnya lembut dan gampang dicerna, cacing sutra juga mudah ditemukan, baik dengan berburu sendiri di tanah maupun dengan membelinya di pedagang ikan.

      5.      Burayak
Merupakan anakan ikan guppy yang biasa dipakai sebagai pakan ikan cupang. Perlu diingat, anakan guppy di sini adalah yang diperoleh dari sungai, bukan anakan guppy hias yang sengaja dipelihara di akuarium. Burayak banyak tersedia di pedagang ikan.

      6.      Kuning Telur
Kuning telur bisa menjadi alternatif terakhir jika Anda kesulitan menemukan jenis pakan ikan cupang yang disebutkan sebelumnya. Kuning telur ini pun bisa diberikan pada anakan ikan cupang yang usianya sudah masuk 4 hari. Selain mudah dicari, harga pakan yang satu ini juga tergolong murah.
Selain pemilihan pakan yang tepat, jangan lupa juga perhatikan kondisi air agar ikan cupang Anda tetap berumur panjang. Semoga bermanfaat!


5 Tipe Akuarium dan Wadah untuk Memelihara Ikan Cupang




5 Tipe Akuarium dan Wadah untuk Memelihara Ikan Cupang

Ikan cupang merupakan jenis hewan hias yang digemari oleh siapa saja, baik dewasa maupun anak-anak. Selain perawatannya yang mudah, harga ikan cupang juga terbilang murah. Karena ukuran tubuhnya yang mini, Anda pun tidak membutuhkan wadah atau akuarium berukuran besar untuk menyimpannya.
Nah, berikut ada beberapa tipe akuarium ikan cupang yang bisa dijadikan referensi untuk Anda yang hobi memelihara ikan cantik yang satu ini.

      1.      Akuarium Persegi
Akuarium berbentuk persegi adalah jenis wadah yang paling sering dipakai para pehobi ikan cupang untuk membudidayakan ikan kesayangannya. Selain modelnya praktis dan minimalis, akuarium ini juga sangat mudah dibersihkan dan dipindahkan. Harganya pun sangat murah tergantung jenis material yang dipakai.

      2.      Akuarium Cupang Bulat
Bentuk akuarium ini hampir mirip seperti toples kaca untuk wadah kue. Selain diletakkan di meja, Anda juga bisa mengkreasikannya menjadi akuarium gantung. Namun, pastikan hanger yang dipakai cukup kuat untuk menopang beban akuarium beserta isinya. Dipadu dengan warna-warni ikan cupang, akuarium bulat ini akan menciptakan kesan mewah dan elegan pada ruangan.

      3.      Akuarium DIY
Akuarium DIY (Do It Yourself) alias buatan sendiri bisa menjadi pilihan bagi Anda yang bosan dengan model-model wadah ikan cupang yang tersedia di pasaran. Selain custom model, Anda juga bisa menentukan ukuran dan material akuariumnya sendiri. Jangan lupa tambahkan aksesori khas akuarium agar tampilannya makin manis, ya.

      4.      Akuarium Dinding
Akuarium juga bisa dibuat menempel dinding, lho. Selain menyimpan ikan cupang, akuarium semacam ini juga bisa difungsikan sebagai dekorasi atau sekat untuk membatasi ruangan satu dari yang lainnya. Namun, akuarium dinding ini tentu lebih cocok jika ikan cupang yang Anda punya berjumlah banyak.

      5.      Akuarium Bawah Meja
Manfaatkan dengan baik setiap ruang kosong di rumah Anda, salah satunya adalah kolong meja. Daripada hanya dipakai untuk menumpuk koran sampai berdebu, lebih baik sulap dan desain sedikit bagian bawah meja menjadi akuarium ikan cupang.
Nah, itulah beberapa tipe wadah atau akuarium ikan cupang yang sedang menjadi tren. Anda paling suka yang mana?

Minggu, 22 April 2018

Kriteria Kualitas Air dalam budidaya ikan Patin


Kualitas air pada budidaya ikan patin merupakan salah satu faktor yang sangat mempengaruhi bagi pertumbuhan benih ikan patin yang dipelihara.  
Parameter kualitas air meliputi suhu, kecerahan, derajat keasaman (pH), serta oksigen terlarut (DO).



1.    Suhu
  Suhu air kolam pada umumnya ditentukan oleh suhu udara disekitarnya, sedangkan suhu udara dipengaruhi oleh ketinggian lokasi dari muka laut. Semakin tinggi lokasi di atas muka laut maka semakin rendah suhu udaranya dan begitu sebaliknya.  Suhu air merupakan salah satu sifat fisika yang dapat mempengaruhi nafsu makan ikan patin dan pertumbuhan badan ikan patin. Perubahan suhu yang mendadak menyebabkan ikan mati, meskipun kondisi lingkungan lainnya optimal. Suhu air untuk pemeliharaan ikan patin yang optimal yaitu 25-33oC.




2. Kecerahan

          Kecerahan air merupakan ukuran transparansi perairan, yang ditentukan secara visual dengan menggunakan Secchi disk. Secchi disk dikembangkan oleh profesor secci pada sekitar abad 19, alat ini digunakan untuk menghitung tingkat kekeruhan air secara kuantitatif. Tingkat kekeruhan air tersebut dinyatakan dengan suatu nilai yang dikenal dengan kecerahan Secchi disk. Perairan yang aman untuk budidaya ikan patin adalah perairan yang dapat ditembus oleh sinar matahari hinggga kedalaman lebih dari 40 cm.


3.    Derajat keasaman (pH)

 Derajat keasaman atau pH merupakan ukuran konsentrasi ion hidrogen yang menunjukkan suasana asam atau basa suatu perairan. Derajat keasaman suatu perairan dipengaruhi oleh konsentrasi CO2 dan senyawa yang bersifat asam. 
Nilai pH optimum untuk budidaya ikan patin antara 6,5-9.


4.    Oksigen terlarut (DO). 

  Jumlah Kandungan oksigen yang optimal untuk pemeliharaan ikan patin yaitu antara 5 - 6 ppm. 
Untuk meningkatkan jumlah kandungan oksigen dalam air kolam patin dapat dilakukan dengan aerasi, filter mekanis dan penambahan bahan penyegar. 

Peningkatan oksigen dalam air dengan cara aerasi berarti oksigen atau udara bebas dialirkan ke dalam air sehingga dapat menempati rongga-rongga yang ditinggalkan oleh gas yang lebih ringan yang terusir.

Peningkatan oksigen dengan filter mekanis berarti mengurangi kandungan bahan organik dan koloid dalam air sehingga memungkinkan oksigen atau udara bebas memasuki rongga dalam air. 

Penambahan bahan penyegar berarti memasukkan bahan  yang dapat mengikat gas-gas dalam air sehingga rongga yang ditinggalkan dapat diisi oleh oksigen atau udara bebas.






Sabtu, 21 April 2018

Tehnik Pembesaran Ikan Patin pada Keramba

Budidaya ikan patin dapat dilakukan dibeberapa media pemeliharaan salah satunya yaitu pemeliharaan ikan patin pada keramba.

Bahan-bahan yang diperlukan untuk pembuatan karamba pada pemeliharaan ikan patin terdiri dari balok kayu dan bambu.

Balok kayu berfungsi sebagai rangka dan bambu sebagai dinding dan penutup yang diikatkan dengan tali nilon pada rangka kayu.

Bentuk karamba yang digunakan adalah kotak segi empat yang pada bagian bawahnya terbuka dengan ukuran panjang 4 meter, lebar 2 meter dan tinggi 1,5 meter.

Penempatan karamba adalah 2/3 di dalam air dan 1/3 diatas permukaan air. Pada bagian tengah penutup karamba dibuat lubang terbuka berukuran 0,5 x 0,5 meter yang berfungsi sebagai tempat pemberian pakan dan pengontrolan ikan patin.

Pada bagian dalam karamba dimasukkan jaring yang diikat pada dinding karamba, sebagai wadah penampung ikan patin yang dipelihara.

Agar ikan Patin yang dipelihara tidak lepas maka ukuran mata jaring lebih kecil dari ukuran benih ikan patin yang ditebar.

Karamba ditempatkan di pinggir sungai secara berkelompok dan setiap kelompok terdapat 20 – 40 karamba. Penempatannya secara berpasangan dan diantara pasangan karamba ditempatkan bambu bulat yang berfungsi sebagai tempat pengikat, sekaligus sebagai pelampung karamba.

pada setiap karamba dibuat jalan penghubung dari papan kayu. Kedua ujung bambu tersebut di ikat pada tiang yang ditancapkan kedasar sungai sebagai penahan agar karamba tidak terbawa arus air sungai.

Untuk setiap kelompok, diatas bambu pelampung dibuat pondok ukuran 1,5 x 1,5 x 1,5 meter sebagai tempat berteduh bagi petugas yang jaga di malam hari.

Rangka pondok terbuat dari bambu dan kayu, lantai dari bambu dan atap dari daun rumbia atau nipah.

Jumat, 20 April 2018

Pembesaran Ikan Patin Pada Kolam Tanah

Pada kegiatan usaha pembesaran ikan patin di kolam tanah,  ukuran kolam yang diperlukan untuk pembesaran ikan patin tergantung dari luas lahan yang tersedia.

Berdasarkan pengalaman dari para pembudidaya ikan patin, bentuk ideal untuk kolam pemeliharaan ikan patin berupa kolam tanah adalah empat persegi panjang dengan ukuran luas lebih besar dari 50 m2.

Kedalaman kolam tanah yaitu berkisar antara 0,5 - 1,5 m. Kemiringan dasar kolam dari permukaan kepembuangan yaitu 0,5%, tinggi pematang 1-1,5 M. Pada bagian tengah dasar kolam tanah dibuat parit/kemalir yang memanjang dari arah pemasukan air kearah pengeluaran air (monik).

Ukuran parit/ kemalir   lebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm. Sebelum digunakan untuk pembesaran ikan patin sebaiknya kolam dikeringkan terlebih dahulu selama 3 – 5 hari. Kemudian kolam diberi kapur sebanyak 50 – 100 g/m2 dengan tujuan untuk menaikkan pH.

 Untuk mempercepat pertumbuhan plankton, maka pada kolam pembesaran ikan patin diberi pupuk dengan menggunakan TSP sebanyak 20 – 30g/m2 atau menggunakan pupuk kandang sebanyak 50 – 100g/m2.

 Setelah semua kegiatan persiapan kolam selesai, kemudian kolam diisi air setinggi 1 m dan didiamkan selama 5 hari.

Rabu, 18 April 2018

Rahasia Sukses Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal

Rahasia Sukses Budidaya Ikan Lele di Kolam Terpal
KW: Ikan Lele


Ikan lele kian diminati karena rasanya yang nikmat dan harganya yang relatif murah. Para pengusaha kuliner pun kini senantiasa mengikutsertakan ikan lele dalam menu makanannya. Karenanya, para pebisnis ikan lele harus teredukasi dengan baik mengenai budidaya ikan lele.
Merawat dan menjual ikan lele sangat mudah sehingga membuatnya sebagai opsi yang tepat untuk dibudidayakan. Ikan lele dapat dibudidayakan di banyak tempat, antara lain kolam terpal, kolam tembok, tanah, dan drum plastik.
Untuk mengawali pembudidayaan ikan lele, ada baiknya membudidayakan ikan lele di kolam terpal. Selain mudah, harga kolam terpal pun relatif murah. Hasil panen ikan lele juga akan lebih berkualitas menggunakan kolam terpal karena terhindar dari polusi tanah.
Ikan lele memiliki kandungan kesehatan yang baik, ia mengandung mineral, protein, lemak, kalsium, fosfor, zat besi, natrium, vitamin B1 dan B2, dan niacin. Murah bukan berarti tidak bagus, kan?
Nah, untuk mengetahui langkah pembudidayaan ikan lele di kolam terpal, simak penjelasan di bawah ini.
Pertama-tama, pastikan kolam terpal bersih. Bersihkan menggunakan sabun agar bau lem dan zat kimia yang sebelumnya menempel hilang. Keringkan kolam terpal dan diamkan selama satu hari penuh tanpa air, keesokan harinya, isi kolam terpal dengan air setinggi 20 hingga 30 cm. Diamkan air selama 7 hingga 10 hari untuk pembentukan lumut dan fitoplankton.
Kemudian Anda dapat menambahkan air dengan ketinggian kurang lebih 80 hingga 90 cm. Setelah air dipastikan siap, tambahkan beberapa irisan daun pepaya atau daun singkong. Hal ini bertujuan untuk mengurangi bau air kolam ketika terjadi penguapan. Setelah itu Anda wajib menambahkan air kolam setinggi 5 cm dari sebelumnya.
Selanjutnya untuk budidaya ikan lele, pastikan benih ikan lele yang dipilih memiliki ukuran sekitar 5 hingga 7 cm, usahakan seragam. Setelah kolam terpal dan benih sudah disiapkan, maka langkah setelahnya adalah menebar benih ke kolam.
Namun, sebelum menebar benih ke kolam, Anda harus melalui proses pemupukan benih ikan lele, caranya adalah:
1.      Siapkan pupuk kandang, lalu masukkan pupuk ke dalam karung dan bagi pupuk menjadi dua bagian,
2.      Letakkan kedua karung ke dalam kolam, entah di pinggir atau di tengah kolam. Karung tersebut akan bergerak mengambang bebas di permukaan kolam,
3.      Seminggu kemudian, tarik dan celup karung berulang kali seperti membuat teh, lalu angkat kedua karung tersebut. Hal ini bertujuan agar pupuk terserap total oleh air.
Setelahnya barulah tebar benih ikan lele. Penebaran benih ikan lele yang baik adalah pagi hari atau sore hari karena tidak terkena kontak langsung dengan sinar matahari. Kondisi air yang panas karena matahari akan mengakibatkan benih ikan lele cepat mati.
Nah, setelah berhasil, ada dua hal yang wajib diperhatikan setelah budidaya ikan lele, yaitu pemeliharaan. Dua aspek penting dalam memelihara ikan lele adalah pengelolaan air serta pakan lele. Pakan lele berupa pelet, keong mas, plankton, cacing, dan sebagainya. Jangan beri lele pakan ketika hujan karena dapat mencemari makanan.

Senin, 16 April 2018

Takut Mahal? Coba Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Saja

Takut Mahal? Coba Budidaya Ikan Gurame di Kolam Terpal Saja
KW: Ikan Gurame



Ikan gurame dikenal dengan harga yang mahal dan diminati oleh masyarakat sebagai makanan. Umumnya, ikan gurame dibudidayakan di tempat yang luas serta memiliki air mengalir dalam jumlah yang cukup banyak. Oleh karena itu, usaha gurame dipandang sebagai sebuah usaha yang membutuhkan modal besar. Padahal usaha budidaya gurame dapat dijalankan tanpa modal yang besar.
Pada dasarnya, budidaya ikan gurame sama saja dengan budidaya ikan-ikan lainnya, yang dibutuhkan adalah air yang memadai. Budidaya ikan gurame pun dapat dilakukan di kolam terpal.
Adapun keunggulan-keunggulan kolam terpal dalam membudidayakan ikan gurame adalah:
1.      Kemudahan pembangunan kolam terpal.
2.      Kemudahan pembersihan kolam terpal dan fleksibilitasnya.
3.      Pengontrolan ikan dapat dilakukan secara intensif.
4.      Sanitasi air dan sirkulasi air dapat diatur.
5.      Tingkat kematian ikan relatif rendah.
6.      Pertumbuhan ikan gurame dapat dipercepat karena pengontrolan yang lebih mudah.
7.      Serangan penyakit dapat lebih mudah diatasi.
8.      Hasil panen ikan gurame tidak berbau lumpur.
9.      Pembuatan kolam lebih murah.
Nah, setelah mengetahui keunggulan-keunggulan membudidayakan ikan gurame di kolam terpal, tentunya Anda tertarik untuk mencobanya bukan?
Berikut adalah hal-hal dan langkah-langkah yang dapat Anda tempuh untuk budidaya ikan gurame di kolam terpal:
1.      Menentukan Jenis Kolam Terpal
Ada empat jenis kolam terpal, yaitu: berkerangka bambu, kayu, pipa ledeng, atau besi. Kedua, berdinding batako atau batu bata. Ketiga, berdinding tanah. Keempat, menggunakan beton atau kolam tanah berlapis terpal.
Anda dapat menentukan pemilihan kolam terpal berdasarkan kondisi tempat dan modal yang dimiliki.
2.      Mempersiapkan Kolam Terpal
Tentukan jenis dan ukuran kolam, lalu bersihkan kolam yang sudah dibuat.
3.      Mengisi Kolam Terpal Dengan Air dan Memasukkan Benih Ikan Gurame
Bergantung pada ukuran kolam terpal yang Anda pilih, maka jumlah air pun mengikuti ukuran tersebut. Contohnya, kolam terpal berukuran 4x2x1 meter sebaiknya diisi dengan air setinggi 50 hingga 75 cm. Isi kolam dengan air hingga separuh atau lebih sedikit agar ikan dapat melompat dengan mudah dan menghindari luapan air ketika hujan.
Setelahnya, diamkan selama satu minggu hingga penanaman bibit ikan gurame ke dalam kolam.







4.      Pakan yang Tepat Untuk Benih Ikan Gurame
Agar ikan dapat tumbuh dengan baik, berilah ia makanan yang bernutrisi dan sesuai dengan kebutuhannya, berikan ikan gurame makanan yang memiliki kandungan protein sekitar 25% hingga 30%. Selain makanan pokoknya, beri juga makanan tambahan seperti kangkung, daun ubi jalar, dedak halus, tumbuhan air, kuning telur, dan jagung rebus.
Pastikan pemberian pakan ikan terjadi secara rutin.
5.      Masukkan Tanaman ke Dalam Kolam Terpal
Untuk mengurangi efek suhu yang tinggi dari sinar matahari, masukkan eceng gondok ke dalam kolam secukupnya. Cara lainnya adalah dengan menanam pohon di sekitar kolam yang berfungsi sebagai peneduh.
Demikian adalah cara membudidayakan ikan gurame di kolam terpal. Langkah-langkah perawatan selanjutnya adalah menjaga kebersihan kolam terpal dan menjaga kadar keasaman air bagi kesehatan ikan gurame yang sudah dibudidayakan.


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...