Hobi Ikan Mania

cari

Sabtu, 17 Februari 2018

perkembangbiakan Hockey Stick Pencilfishp (Nannostomus eques)

Hockey Stick Pencilfish (Nannostomus eques)

Ikan Hockey stick pencilfish memiliki ciri khas yaitu dapat berdiam diri dengan tubuh yang miring  sekitar 45 – 60 derajat. 

bahkan ikan burayak yang  baru berumur beberapa minggu dapat melakukan berdiam diri dengan tubuh miring 45- 60 derajat.


Pemijahan

Induk yang dipijahkan  harus dipillih induk yang berkualitas , induk betina memiliki bentuk tubuh yang montok dan  induk ikan jantan yaitu dipilih  induk  yang  paling  cemerlang  warnanya dan memiliki gerakan yang lincah .
 Perbedaan induk jantan dan betina , induk betina bertubuh montok dan memiliki warna  yang tidak begitu terang, sedangkan pada induk ikan jantan sirip duburnya membulat pada bagian belakangnya sementara yang betina lebih lancip.

Pemijahan dilakukan pada akuarium dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm, suhu pada akuarium 250C,  pH 6,5.  Pada wadah pemijahan diberikan substrat berupa tanaman  air (tanaman Java moss)

Perawatan larva
Setelah  memijah dan induk telah mengeluarkan telurnya, telur akan menetas dalam jangka waktu 1-2 hari.  Larva diberi pakan berupa infusoria

budidaya ikan emperor tetra

ikan emperor tetra (Nematobrycon palmeri)

Dalam proses pemijahan, setelah induk  ikan memijah dan mengeluarkan telur induk tidak perlu dipisahkan dari telur dan larvanya karena induk tidak akan memakan telur dan larvanya. Pemijahan Ikan dapat dilakukan pada akuarium yang berukuran 60 x 30 x 30 cm. suhu air dalam akuarium sekitar 250 C. Derajat keasaman pH 6,5. pada akuarium diberikan substrat yang terdiri dari tanaman air (Java moss)/ sapu pemijahan, lapisan gambut.

induk dipijahkan dan dimasukan kedalam akuarium dengan jumlah induk jantan 2 ekor, induk betina 4 Ekor. proses pemijahan terjadi dicirikan dengan induk saling kejar mengejar.

perbedaan jenis kelamin antara induk jantan dan induk betina, ikan jantan memiliki lingkaran biru pada matanya dan ikan betina memiliki lingkaran yang berwarna hijau pada matanya.


telur ikan akan menetas dalam waktu 2 hari, burayak akan bergerombol di sekitar sapu pemijahan atau di antara dedaunan java moss, ikan diberikan pakan cair khusus untuk burayak.

Jumat, 16 Februari 2018

Pemijahan Ikan Characins

Pemijahan Ikan Characins.

Ikan Characins merupakan jenis ikan prasejarah, ikan ini berevolusi sebelum terjadinya pemisahan benua. Jenis ikan ini dapat ditemukan pada benua Afrika maupun benua Amerika latin bagian tengah dan selatan.

Kelompok dari jenis ikan Characins yang paling terkenal adalah ikan piranha merah (Serrasalmus nattereri).  Ikan dari jenis ini memijah dengan menggali lubang, Ikan jantan menggali lubang pada substrat, kemudian ikan betina akan tertarik dan akan memasukan telur dalam lubang tersebut, kemudian terjadi pemijahan, telur dari hasil pemijahan  dirawat awalnya oleh kedua induk, namun setelah sehari ikan jantan  akan mengusir ikan betina kemudian ikan jantan sendiri yang menjaga telur .

Spesies lainnya dari kelompok Characins  yaitu Splashing tetra (Copella arnoldi) ikan ini  berkembangbiak di bawah daun dari tanaman air.

Untuk pemijahan dapat dilakukan pada akuarium,  ukuran akuarium yang akan digunakan untuk pemijahan adalah 60 x  30 x 30 cm, suhu 250 C. Pada akuarium juga diberi tanaman air Java fern, atau jika tidak ada dapat diberi substrat berupa sapu pemijahan yang digantungkan di atas permukaan air.




Rabu, 14 Februari 2018

Pembenihan ikan Danio Zebra (Brachydanio rerio)


Pembenihan  ikan  Danio Zebra (Brachydanio rerio)



Ikan dari jenis Danio Zebra merupakan jenis ikan hias yang cukup bagus untuk diternakan, namun ikan dari jenis ini memiliki ukuran yang cukup kecil sehingga cukup sulit untuk dipijahkan bagi pemula.

proses pemijahan ditandai dengan ikan jantan mengejar-ngejar ikan betina dengan kecepatan yang sangat tinggi kemudian akhirnya ikan betina dan jantan saling mendekat dan kedua ikan tersebut membentuk huruf S. Ikan ini memiliki jenis telur yang tidak berperekat sehingga ketika memijah telur akan jatuh ke substrat akuarium. Setelah selesai memijah induk ikan dipisahkan dari wadah pemijahan. dalam satu kali pemijahan induk ikan betina dapat menghasilkan 400 butir telur. 

Perbedaan antara jenis kelamin jantan dan betina, ikan yang berkelamin jantan memiliki warna dasar keemasan disekujur tubuhnya, dan ikan betina memiliki warna dasar keperak-perakan. Induk ikan betina memiliki bentuk tubuh yang lebih montok dari pada ikan jantan.


Wadah pemijahan
Pemijahan dapat dilakukan pada akuarium berukuran 60 x 30 x 30 cm, suhu air 25-27 0 C, pada dasar akuarium diberi substrat berupa pea gravel atau susunan dua lapis kelereng, masukan juga ke dalam akuarium beberapa tanaman air yang berdaun lembut. Akuarium diberi aerasi.

Perawatan larva
larva akan berenang pada hari ketujuh, larva ini diberi pakan berupa infusoria atau pakan cair untuk anak ikan, setelah itu 7 hari kemudian benih dapat makan berupa brineshirmp. Setelah 3 minggu maka pergantian air perlu dilakukan, pergantian air dilakukan sebanyak 10%. Pada usia 8 minggu benih akan mencapai ukuran panjang 2,5 cm.



Selasa, 13 Februari 2018

Budidaya Ikan Hias Cherry Barb. (Barbus titteya)


Cherry Barb.
Barbus titteya, merupakan Jenis ikan air tawar yang sering dijadikan sebagai ikan hias, ciri-ciri dari ikan ini adalah memiliki warna yang merah dengan garis hitam yang melintang disepanjang kepala sampai ujung ekor.

Perbedaan antara ikan jantan dan betina, ikan yang masih kecil belum dewasa sulit membedakaan antara ikan jantan dan betina, tetapi apabila ikan telah dewasa untuk ikan jantan warna merah lebih banyak  dan tersebar merata di sekujur tubuhnya.

Pemijahan.
Proses pemijahan dapat dilakukan pada akuarium dengan ukuran 60 x 30 x 30 cm, pada akuarium diperlukan substrat berupa tanaman air, derajat keasaman /pH untuk air akuarium yaitu   6,8. Suhu air akuarium  26-270C.

Proses pemijahan ditandai dengan induk jantan mengejar-ngejar pasangannya, sambil menari-nari dan memamerkan siripnya yang berwarna mencolok. Ikan jantan pada akhirnya membawa pasangan betinanya kedalam kumpulan tanaman untuk memijah, telur-telur ikan tersebut mengantung pada dedaunan tanaman air.  Setelah proses pemijahan selesai induk perlu dipisahkan dari telurnya untuk menjaga agar telur ikan tidak dimakan kembali oleh induknya.

Perawatan larva
Telur -telur ikan akan menetas setelah kurang lebih 2 hari. Pakan yang diberikan pada larva ikan berupa infusoria





Pembenihan Ikan Barbus Callipterus

Ikan Barbus merupakan jenis ikan hias air tawar, pemijahan ikan barbus dapat dipijahkan pada akuarium. Hal-hal  yang perlu diperhatikan dalam pemijahan ikan Barbus yaitu, induk ikan, kualitas air, wadah pemeliharaan.

Induk yang digunakan untuk pemijahan yaitu induk yang telah dewasa dan telah matang kelamin, perbedaan jenis kelamin antara induk jantan dan induk betina yaitu : untuk induk jantan ukuran tubuh lebih langsing daripada induk ikan betina, dan induk jantan memiliki tanda merah di siripnya. Untuk induk betina yang mengandung telur akan mudah diamati karena kelihatan lebih montok.

Sebelum dilakukan pemijahan induk jantan dan induk betina perlu dipisahkan dalam akuarium yang berbeda, induk diberi pakan hidup untuk beberapa minggu, kemudian amati dan ambil induk ikan betina yang kelihatan montok dan induk ikan jantan yang paling lincah, untuk dimasukan ke dalam akuarium pemijahan.

Ikan mulai bercumbu biasanya terjadi pada awal pagi hari, pasangan induk akan memijah dalam waktu beberapa jam dan akan menuju tanaman air untuk memijah. telur-telur ikan ini tidak melekat dan telur berserakan di dasar akuarium. Setelah proses pemijahan berakhir induk jantan dan betina segera dipindahkan untuk mencegah induk memakan telurnya sendiri.  Telur ikan akan menetas dalam kurun waktu 36 jam.

Ukuran akuarium pemijahan yaitu  berukuran  60 x 30 x 30 cm, pH air antara 6,5 - 7, suhu air 24 - 270 C.

Perawatan Larva

Setelah telur menetas dan telah habis kuning telur, larva diberikan pakan berupa infusoria atau pakan cair khusus anak ikan. larva akan tubuh mencapai panjang 2,5 cm setelah berumur 10 minggu.

untuk menjaga kualitas air akuarium maka pergantian air perlu dilakukan, pergantian air dilakukan sebanyak 10% kemudian tahap selanjutnya pergantian air pada akuarium dilakukan sebanyak 25%. Pergantian air akuarium dilakukan  setiap minggu sekali.





Pembenihan Ikan Betutu

Tehnik Pembenihan ikan betutu dapat dilakukan secara alami atau buatan dengan cara tehnik kawin suntik. Pertumbuhan benih ikan betutu cukup lambat dan ukuran larva nya yang sangat kecil. Ikan betutu memiliki pertumbuhan yang lambat dan untuk mencapai ukuran panjang 5- 7 cm diperlukan waktu selama 3 bulan.



Pengadaan Induk

untuk dijadikan induk ikan betutu, ukuran bobot ikan betutu harus sudah mencapai 200 - 300 g/ekor (umur 1,5 - 2 tahun). Perbedaan antara induk jantan dan betina ikan betutu dengan ukuran dan umur  tersebut sudah dapat dibedakan, pada ikan jantan lubang genitalnya berbentuk segitiga, pipih, dan kecil. sementara pada induk betina lubang genitalnya lebih besar dan memanjang.

induk dipelihara pada kolam pemeliharaan induk, pada kolam pemeliharaan induk diperlukan adanya aliran yang mengalir terus menerus, kualitas air perlu dijaga dan harus tetap optimal. Induk yang dipelihara pada kolam pemeliharaan induk diberi pakan berupa ikan rucah, anak ikan, atau dapat berupa daging keong. pakan diberikan dalam sehari sebanyak 3- 5 % dari berat total tubuh ikan. Pemberian pakan dilakukan secara 3 tahap yaitu pagi, siang dan sore.


Perbedaan antara induk jantan dan betina

1. Induk Jantan memiliki warna dasar cokelat, dan berwarna lebih terang, induk betina memiliki warna tubuh lebih gelap.
2. Induk Jantan memiliki ukuran tubuh yang lebih besar
3. Induk Jantan memiliki perut yang ramping, jika bagian depan alat kelamin ditekan (diurut) pelan ke arah anus maka ikan jantan akan mengeluarkan cairan putih berupa cairan sperma, perut pada induk ikan betina lebih besar bila diraba akan terasa lembek.
4. alat kelamin ikan jantan berbentuk segitiga, pipih dan kecil, sedangkan alat kelamin ikan betina berbentuk tonjolan agak besar, memanjang dan ujungnya membundar.



Pemijahan Ikan Betutu

Ikan Betutu dapat dipijahkan secara alami atau secara buatan dengan tehnik kawin suntik. Pemijahan secara alami harus disediakan  sarang-sarang buatan. Sarang buatan ini berfungsi untuk tempat melekatkan telur sekaligus sebagai kolektor telur.
Adanya sarang-sarang buatan tersebut telur-telur dapat dipisahkan dan ditetaskan pada wadah terkontrol, sarang buatan ini dapat terbuat dari bahan pipa paralon, yang berdiameter  4- 6 inci dipotong masing-masing sepanjang 30 - 40 cm, Prisma asbes, asbes untuk atap.

Apabila kolam pemijahan telah siap selanjutnya induk yang telah matang dan siap memijah dipersiapkan untuk dimasukan pada kolam pemijahan.  penanganan induk harus dilakukan secara hati-hati agar induk betutu tidak menjadi stress. Untuk pengamatan kematangan gonad dapat diamati di dalam air dengan menggunakan baskom, paso, ember besar.

Induk betina dan induk jantan yang telah diseleksi dan terpilih dimasukan ke dalam kolam pemijahan, Jumlah induk jantan dan betina yang akan dipijahkan disesuaikan dengan ukuran berat induk atau juga ukuran bak/kolam pemijahan. Untuk induk dengan ukuran 300 g/ekor, dan luas kolam pemijahan 200 M dapat ditebarkan induk 35 - 40 pasang, dan untuk pemijahan di bak beton  yang berukuran 8 Mdapat ditebarkan induk 3 - 4 pasang induk.

Pemijahan terjadi diawali dengan saling mengenali antara induk betina dan induk ikan jantan, proses perjodohan ini dibutuhkan waktu 1- 2 minggu. pasangan induk ikan betutu yang cocok akan mendiami sebuah sarang pemijahan. Proses pemijahan ikan betutu biasanya berlangsung pada malam hari, tetapi kadang-kadang betutu juga memijah pada waktu  siang hari.

apabila ikan betutu ini telah memijah, telurnya akan menyebar di dalam sarang, telur akan melekat pada sarang. Telur ikan yang dihasilkan oleh induk tergantung dari ukuran induk. Seekor induk berukuran 300 g bisa menghasilkan telur antara 40.000 - 70.000 butir telur, yang memiliki daya tetas mencapai 80 - 90%.

sistem pemijahan buatan, yaitu induk betutu disuntik dengan kelenjar hipofisa atau bisa menggunakan hormon sintetis.
penyuntikan dengan menggunkan kelenjar hipofisa perbandingan antara ikan resipien dan ikan donor untuk ikan betina yaitu 1 : 1,5 dan untuk ikan jantan perbandingan antara ikan resipien dan ikan donor yaitu 1 : 1.

ikan betutu yang telah disuntik dapat dipijahkan secara alami yaitu dengan cara memasukan induk ke kolam pemijahan untuk memijah sendiri, atau pun pemijahan dapat dilakukan dengan cara stripping/pemijatan. telur ataupun sperma disatukan dalam wadah untuk membantu proses pembuahan telur oleh sperma maka dalam proses pencampuran diaduk dengan menggunakan bulu ayam


Penetasan Telur dan Pemeliharaan  larva

Telur ikan betutu akan menetas dalam jangka waktu 2 - 4 hari. Penetasan telur ini dapat dilakukan di akuarium, bak.  Untuk penetasan telur di akuarium maka kebutuhan air yang digunakan  minimal 60 liter.

Pada wadah penetasan perlu diberi aerasi untuk mensulpai kandungan oksigen, suhu air akuarium yang diperlukan adalah 36 - 280C dan pH air antara 7 - 7,5. Larva masih mengandung cadangan makanan maka pemberian pakan belum dilakukan. setelah kuning telurnya habis pemberian pakan perlu dilakukan. jenis  pakan yang akan diberikan berupa fitoplankton, rotifera, kutu air.






Minggu, 11 Februari 2018

Reproduksi Pada Ikan Betutu

Ikan Betutu merupakan ikan yang suka memijah, pemijahan ikan ini tidak mengenal musim dan dapat berlangsung sepanjang tahun. pemijahan dapat berlangsung tiga sampai empat kali memijah dalam setahun.

Pada musim penghujan tingkat keinginan memijah meningkat, waktu/periode memijah ikan ini cukup pendek, mungkin disebabkan karena diameter telur ikan betutu hampir seragam.

Pada pemijahan di alam ikan betutu memijah terjadi secara berkelompok dan mencari tempat memijah yang banyak tumbuhan airnya dan terdapat substrat yang keras untuk menempelkan telur ikan betutu ini.

Ikan betina akan menempelkan telurnya ke substrat tersebut dan ikan jantan akan membuahinya dengan spermanya, substrat tempat menempelnya telur ikan biasanya dari batu atau batang tumbuhan.  telur yang dibuahi akan menetas setelah kurang lebih 2-4 hari.

larva yang menetas berukuran 3,5 - 4 mm, setelah menetas larva masih mengandung kuning telur. Induk ikan betutu akan mulai memijah pada umur kira-kira 1 tahun (berat 200-250 g/ekor), dalam sekali pemijahan seekor induk betina sanggup melepaskan telur hinga 100.000 butir telur. 

Makanan dan Kebiasaan makan ikan betutu

Ikan betutu tergolong kepada jenis ikan pemakan daging (carnivora). Ikan ini juga digolongkan kepada ikan pemakan yang rakus (piscivorous) dikarenakan ikan ini dapat memakan mangsa seberat bobot tubuhnya setiap hari.

sifat dari ikan betutu yang berkaitan dengan makanan dan kebiasaan makannya adalah sifat kanibalisme (saling memangsa sesama jenisnya), sifat ini dapat mulai  terlihat ketika ikan masih berukuran benih, yaitu 2 cm dengan bobot tubuh ikan 0,3 gram. dalam pemeliharaan ikan betutu untuk menghindari sipat kanibalisme maka pemeliharaan benih harus ditanam dengan benih yang berukuran seragam.

Pakan yang dimakan berubah sesuai dengan bertambahnya umur dan ukuran tubuh, ikan betutu pada stadium larva memakan plankton berupa ganggang dan hewan berukuran renik, setelah berukuran juvenil ikan betutu memakan Daphnia, Moina, Copepoda, Rotifera, Cladocera dan jentik-jentik serangga. kemudian setelah ikan menjadi dewasa maka makanannya berubah yaitu berupa jenis-jenis ikan, udang-udangan, serangga air, dan berbagai jenis siput air. 

Sabtu, 10 Februari 2018

Budidaya Pembesaran Ikan Mas di tambak

Ikan mas merupakan jenis ikan air tawar yang bisa hidup pada air payau di muara-muara sungai, dan ikan mas ini masih bisa bertahan hidup hingga salinitas 30 ppt.

Penyesuaian terhadap salinitas air payau dilakukan tidak secara sekaligus, benih ikan mas sebelum ditebar ke tambak perlu diadaptasikan terlebih dahulu secara bertahap terhadap salinitas tambak.

Pengadaptasian ikan mas terhadap salinitas air payau, benih ikan mas ditampung dalam sebuah bak. Setelah benih ikan mas ditampung dalam bak kemudian air laut masukan sedikit-demi sedikit sampai mencapai salinitas yang diinginkan dalam waktu 1 - 2 hari. interval salinitas air dinaikan 3 - 4 ppt dalam tiap-tiap 8 -10 jam.  pada tambak ditebar benih ikan mas dengan kepadatan 25 - 30 ekor/M2 dengan bobot benih ikan mas 10 - 20 g /ekor atau ukuran panjang 8 - 12 cm.


ikan diberi pakan buatan berupa pelet dengan kandungan protein 26 - 28 % sebanyak 3- 5 % dari bobot ikan yang ditanam.  pakan diberikan 3 kali sehari pagi, siang dan sore. Ikan mas dipelihara sekitar 3 - 3,5 bulan dengan bobot panen ikan 150 - 200 g/ekor. dan apabila pemeliharaan ikan dilakukan selama 4- 4,5 bulan, ikan mas dapat mencapai ukuran 250 - 300 g/ekor.

Kamis, 08 Februari 2018

Usaha Pembesaran ikan mas pada sekat

Benih ikan mas yang akan dipelihara di sekat harus mempertimbangkan beberapa faktor diantarnya faktor  arus air dan ukuran celah pada sekat.  Arus air berpengaruh terhadap gerakan ikan dalam saluran dan celah sekat perlu diperhatikan sehubungan dengan ukuran celah yang memungkinkan ikan lolos.

untuk berat benih ikan mas yang akan dipelihara di sekat sebaiknya berbobot lebih besar dari 30 g /ekor. sistem pemeliharaan benih ikan mas di sekat mirip dengan budidaya ikan mas di Kolam air deras.

benih yang ditebar pada sekat kepadatannya cukup tinggi yaitu antara 100 - 150 ekor/M2 dengan bobot benih 30 - 50 g/ekor. dan jika benih ikan mas yang ditebar memiliki berat 50 - 70 g/ekor maka padat penebaran ikan  cukup 100 ekor/M2.

Ikan mas yang dibesarkan di sekat dipelihara dengan diberi pakan buatan berupa pelet, kandungan protein untuk pakan ikan mas harus mencukupi yaitu >25%, jumlah pakan yang diberikan yaitu antara 3- 5% dari berat total ikan yang dipelihara. pakan diberikan 3 kali dalam sehari yaitu pagi, siang dan sore hari.

metode pemberian pakan dilakukan dengan pemberian pakan secara sedikit demi sedikit agar pakan tidak terbawa hanyut aliran sungai.  pemeliharaan dilakukan selama 3-4 bulan dan berat ikan mas yang dipanen  akan mencapai ukuran 300 - 350  g/ekor dengan berat benih yang ditebar awal yaitu sebesar 30 g/ekor.

Pemeliharaan  yaitu dengan cara membersihkan sampah-sampah yang menyangkut di sekat agar aliran air ke sekat menjadi lancar. 


Popular Posts