Custom Search

Selasa, 27 September 2016

Analisa Usaha Pembenihan Ikan Nila di kolam 400 M2

Kegiatan Budidaya Pembenihan Ikan Nila  termasuk kegiatan budidaya yang tujuan utamanya adalah mencetak benih ikan Nila dari hasil pemijahan Induk Jantan dan Betina ikan Nila.

Pembenihan ikan Nila termasuk kegiatan yang mudah dilakukan. Salah satu faktornya adalah kemudahan dalam memijah dan tidak membutuhkan teknik budidaya yang sulit. Bahkan sering terjadi  pemijahan yang tidak dikehendaki (inbreeding).



Frekuensi pemijahan ikan Nila dalam  1 (satu)  tahun minimal 6 kali karena recovey gonad induk betina sekitar 1-2 bulan. Untuk satu ekor induk betina dapat menghasilkan 300 – 3.000 butir, tergantung dari bobot induk betina.

Senin, 26 September 2016

Analisa Usaha Pembesaran Ikan Bawal

Bawal merupakan jenis ikan air tawar, bawal merupakan jenis ikan carnivora. Permintaaan akan ikan bawal cukup besar, ini akan membuka peluang usaha dalam melakukan budidaya ikan bawal. Usaha pembesaran ikan bawal cukup menguntungkan dan dapat menghasilkan profit yang cukup lumayan.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembesaran ikan bawal ini yaitu :
- Memulai usaha
siapkan kolam seluas 500 m2 dengan dasar dari tanah
- Peralatan budidaya yang dibutuhkan seperti seser, ember, pH meter, dan tes kit kualitas air perlu dipersiapkan
- benih bawal ditebar ke kolam yang berukuran 1,25 inci sebanyak 6.000 ekor. dengan padattbar 12 ekor/M2.

Minggu, 25 September 2016

Spring Viraemia of Carp (SVC)

SVC merupakan penyakit akibat infeksi yang disebabkan oleh virus yang bersifat akut haemorhagis dan menular.  Penyakit ini  sering menyerang pada ikan Mas (Cyprinus carpio). Penyakit SVC ini biasa timbul pada musim semi dan dapat menyebabkan kematian pada semua umur ikan.

Virus ini menjadikan ikan Mas dan Koi sebagai inangnya, virus ini dapat menyerang ikan muda maupun ikan dewasa.

Tanda-tanda klinis dan patologis serangan Spring Viraemia of Carp (SVC) antara lain :
1. Ikan sering berkumpul di bagian saluran pengeluaran
2. warna dari tubuh ikan menjadi gelap
3. warna kulit dari tubuh ikan menjadi berubah yaitu menjadi gelap degenerasi/perdarahan pada dinding gelembung udara.
4. Perdarahan/petekiae haemorhagi
5. Mata dari ikan menonjol (exophthalmos)
6. Abdominal dropsy
7. Apabila terjadi infeksi gelembung renang (swimbladder inflammation) yang virusnya sama dengan virus SVC, dapat menyebabkan gejala klinis/patologis yaitu berat badan ikan akan berkurang dan kehilangan keseimbangan pada waktu ikan berenang.
8. warna kulit dari tubuh ikan menjdai berubah yaitu menjadi gelap degenerasi/perdarahan pada dinding gelembung udara.

Hubungan Antara Kondisi Lingkungan Dengan Penyakit Yang Mungkin Timbul

Hubungan Antara Kondisi Lingkungan Dengan Penyakit Yang Mungkin Timbul


Kondisi Lingkungan
Penyakit Yang Mungkin Timbul
Kandungan Oksigen Rendah (≈ 4 mg/l), kepadatan tinggi, penanganan adanya Aeromonas salmonicida.
Furunculosis yang disebabkan oleh Aeromonas salmonicida
Kepadatan tinggi, kondisi lingkungan yang tidak menunjang karena konsentrasi oksigen rendah, konsentrasi ammonia tinggi (0,02 mg/liter NH4OH), bahan partikel di dalam air.
Penyakit insang (bacterial gill disease) oleh Myxobacter spp.
Terjadinya peningkatan suhu selama pengangkutan ikan berkepadatan tinggi
Columnaris (Flexibacter columnaris)
Kesadahan air kurang dari 100 mg l-1 (asCaCo3); pakan yang mengandung gluten (corn gluten), atau kelembapan pakan kurang dari 30%.
Kidney disease (Renibacterium salmoninarum)
Protozoa yang sudah ada pada media budidaya seperti Costia, Trichodina, pembersihan kolam yang tidak memadai menyebabkan populasi bakteri meningkat dalam media budidaya, penanganan yang kurang cermat, oksigen rendah, paparan logam berat pestisida atau polychlorinated biphenyls (PCB)
Hemarrhagic septicemia (Aeromonas and Psedomonas)
Penanganan kurang cermat, konsentrasi oksigen kurang dari 6 mg/l, terutama pada suhu rendah (10-150C)
Vibriosis (Vibrio anguilarum)
Larva atau pingerling yang terlalu padat, konsentrasi oksigen terlalu rendah, variasi ukuran yang terlalu berbeda antara ikan yang dipelihara.
Serangan parasit (Costia, Trichodina, dan Hexamita)
Kepadatan Tinggi, temperature yang tidak sesuai, pakan tidak bergizi, paparan PCBs; atau padatan tersuspensi antara 200 – 300 mg/liter
Busuk Sirip Ekor
Penanganan Kasar, konsentrasi Malachite Green lebih dari takaran, konsentrasi oksigen lewat jenuh (>103%), kandungan mineral dalam air rendah
Pengumpalan kantung kuning telur
Pengangkutan, pengumpulan dan penanganan  dalam air berkesadahan rendah (< 100 mg/liter); tidak dilakukan penambahan mineral, konsentrasi CO2 lebih dari 20 mg/liter
Susut pengangkutan
Kepadatan tinggi, akumulasi buangan nitrogen karena aliran air tidak lancar
Kantong kuning telur berwarna kemerahan

Sumber : Modifikasi dari Wedemeyer and Mcleay, 1981

komentar-komentar

Recent Comments Widget by Blogger Widgets

Perikanan Mania